Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 05:28 WIB

Bursa Asia Bisa Tertular Wall Street

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 6 Juni 2018 | 08:03 WIB

Berita Terkait

Bursa Asia Bisa Tertular Wall Street
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Tokyo - Pasar saham Asia bersiap untuk mengambil nafas pada Rabu (6/6/2018) karena investor mengamati perkembangan perdagangan.

Indeks di Asia bisa mixed seperti penutupan Wall Street pada sesi terakhir. Terlepas dari kehati-hatian atas perkembangan terkait perdagangan, komposit Nasdaq berteknologi tinggi mencatat rekor penutupan.

Di Asia, Nikkei berjangka yang diperdagangkan di Chicago sedikit berubah, bertahan hingga 0,05 persen, sementara SPI berjangka Australia lebih tinggi sebesar 0,17 persen pada akhir sesi terakhir. Pasar di Korea Selatan akan ditutup pada hari Rabu seperti mengutip cnbc.com.

Sementara komposit Nasdaq menyentuh rekor tinggi 7,644.48 selama sesi sebelum mengakhiri hari naik 0,41 persen pada 7,637.86, rekor kedua ditutup pada pekan ini.

Saham teknologi, termasuk Amazon dan Netflix, memberikan kontribusi terhadap kenaikan tersebut, meskipun sektor lain mengalami tekanan di tengah fokus yang terus berlanjut pada ketegangan perdagangan.

Rata-rata industri Dow Jones tergelincir 0,06 persen, atau 13,71 poin, menjadi ditutup pada 24.799,98 dan S & P 500 ditutup 0,07 persen lebih tinggi pada 2.748,80.

Perkembangan terkait perdagangan tetap berada di pikiran investor. China dilaporkan setuju untuk membeli hampir $ 70 milyar dalam produk pertanian dan energi AS dari AS jika yang terakhir menahan tarif yang memberlakukan impor Cina, Wall Street Journal mengatakan pada hari Selasa.

AS juga terlibat dalam diskusi perdagangan dengan Kanada dan Meksiko. Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pada hari Selasa mengatakan bahwa Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan negosiasi terpisah dengan kedua negara. Tidak jelas apakah langkah semacam itu akan mengakhiri NAFTA trilateral.

Sementara itu, euro diperdagangkan pada $ 1,1716 di perdagangan Asia pagi. Analis mengatakan pendakian semalam euro terjadi di belakang komentar Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte yang keluar dari zona euro bukanlah tujuan.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang, terakhir berdiri di 93,888.

Di sisi energi, minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 1,2 persen menjadi menetap di US$65,52 per barel dan minyak mentah Brent berjangka ditutup 0,12 persen lebih tinggi pada US$75,38.

Komentar

Embed Widget
x