Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 19:50 WIB

Sentimen Domestik belum Bawa Rupiah ke Zona Hijau

Selasa, 5 Juni 2018 | 20:45 WIB

Berita Terkait

Sentimen Domestik belum Bawa Rupiah ke Zona Hijau
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (5/6/2018) sore, bergerak melemah sebesar dua poin menjadi Rp13.880 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.878 per dolar AS.

Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk Rully Arya Wisnubroto mengatakan, sentimen positif dari dalam negeri belum cukup mengantarkan rupiah untuk terus kembali apresiasi.

"Masih belum ada sentimen lagi setelah kenaikan 'policy rate'," ujar Rully saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Pada Rabu (30/5) lalu, BI kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur tambahan, untuk mengantisipasi risiko eksternal terutama kenaikan suku bunga acuan kedua The Federal Reserve pada 13 Juni 2018 mendatang.

Lalu, pada Senin (4/6) kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi pada Mei 2018 sebesar 0,21 persen. Posisi inflasi tersebut terhitung masih terkendali jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang juga bertepatan dengan bulan puasa dan Lebaran jatuh pada Juni.

Kemudian, adanya rilis kenaikan indeks PMI (Purchasing Manager's Index) Manufaktur Indonesia sempat memberikan sentimen positif pada laju Rupiah. Pernyataan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memperkirakan pertumbuhan investasi pada kisaran 7,5 persen hingga 8,3 persen di tahun 2019, juga cukup membantu Rupiah bertahan positif.

Sementara itu, dari faktor eksternal, lanjut Rully, memang ada sentimen dari Italia terkait kisruh politik yang sudah mulai mereda.

"Sentimen dari Italia tersebut menyebabkan pasar berharap The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada Juni ini," kata Rully.

Rully memperkirakan, pergerakan nilai tukar rupiah masih akan mengalami volatilitas pada pekan ini.

"Saya rasa masih akan 'volatile'. Karena lebih banyak faktor global yang berpengaruh besar," ujar Rully.

Dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) sendiri pada Selasa, tercatat nilai tukar rupiah bergerak melamah ke posisi Rp13.887 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.872 per dolar AS. [tar]

Komentar

x