Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Juni 2018 | 00:06 WIB
 

Rupiah Mulai Respon Kenaikan Suku Bunga

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 5 Juni 2018 | 13:40 WIB
Rupiah Mulai Respon Kenaikan Suku Bunga
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menyebut sentimen kenaikan suku bunga acuan BI 7 Days Repo Rate mulai berdampak terhadap penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Apakah ini gambaran dari fundamental atau sentimen. Kami percaya ini lebih dari sentimen," kata Dody dalam sebuah diskusi publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Dirinya bilang saat ini nilai tukar rupiah mulai meninggalkan level Rp14.000 per dolar Amerika Serikat (USD). Pagi tadi melansirBloomberg, rupiah dibuka melonjak ke Rp13.875 /US$, sedangkan menurutYahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.676 /US$.

Selain itu,yieldsurat utang Indonesia turun dari 7,56% ke 6,92% yang berarti surat utang Indonesia lebih mahal karena harganya turun. Tak hanya itu, IHSG juga tercatat mulai kembali menguat dengan berada di atas 6.000, bahkan diperkirakan bisa lebih tinggi lagi ke depannya.

"Ini permanen atau tidak? Harapan kita ini permanen paling tidak sampai akhir tahun. Tapi kalau kita lihat gambaran yang ada kita tetap harus hati-hati," jelas dia.

Dody menyebut, sejumlah kondisi global tetap harus diwaspadai berdampak ke pasar keuangan. Misalnya saja pertumbuhan ekonomi AS yang diperkirakan lebih tinggi, ditambah dengan kebijakan fiskal Presiden Donald Trump makayieldsurat berharga AS dan dolar AS berpotensi meningkat.

Sementara itu bank sentral AS, the Fed, diperkirakan masih dua hingga tiga kali menaikkan suku bunganya. Kondisi ini, lanjut Dody, akan membuat dana asing keluar dari negara berkembang untuk kembali ke AS. [hid]

Komentar

 
Embed Widget

x