Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Juni 2018 | 10:34 WIB
 

Potensi Kenaikan Saham INDF Sebesar 21%, Tertarik?

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 4 Juni 2018 | 03:10 WIB
Potensi Kenaikan Saham INDF Sebesar 21%, Tertarik?
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Analis melihat harga wajar saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) untuk 12 bulan ke depan, berada di level Rp8.985. Artinya, terdapat potensi kenaikan harga sahamnya sebesar 20,98% dari harga saat ini. Tertarik?

Pada perdagangan saham Kamis (31/5/2018), saham INDF ditutup menguat Rp50 (0,7%) ke posisi Rp7.075 dengan nilai transaksi Rp152,4 miliar. Intraday tertinggi di Rp7.075 dan terendah Rp6.875. Jumlah lot yang ditransaksikan sebanyak 216,5 ribu.

INDF membukukan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) naik 0,6% menjadi Rp4,17 triliun pada 2017. Angka ini dibandingkan tahun sebelumnya Rp 4,14 triliun.

Penjualan bersih perseroan pada 2017 tumbuh 5,3% menjadi Rp70,19 triliun dan Rp66,66 triliun pada tahun sebelumnya. Kelompok usaha strategis produk konsumen bermerek memberikan kontribusi terhadap penjualan sebesar 50%, bogasari (22%), agribisnis (20%), dan distribusi sebesar 8%.

Laba yang cenderung flat ini salah satunya disebabkan margin laba bersih turun menjadi 5,9% dari sebelumnya 6,2%. Sementara penjualan net konsolidasikan masih naik 5,3% menjadi Rp70,19 triliun dari Rp66,66 triliun.

Menurut Kiswoyo, Peneliti Senior PT Narada Kapital Indonesia , emiten INDF berpeluang mencatatkan kinerja yang lebih baik pada tahun ini. "Hal tersebut didukung oleh potensi membaiknya daya beli masyarakat dan banyaknya perhelatan penting yang berlangsung di tahun ini," kata dia dalam risetnya yang diterima INILAHCOM, di Jakarta, awal Juni ini.

Stabilitas kinerja keuangan Indofood pada tiga bulan pertama tahun ini juga, kata dia, terlihat dari margin laba bersihnya yang tercatat sebesar 6,7% dibandingkan per Maret 2017 sebesar 6,6%. Adapun penjualan bersih Indofood pada triwulan pertama 2018 tersebut tercatat sebesar Rp17,63 triliun.

"Angka tersebut turun 1,1% dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebesar Rp17,83 triliun," ucapnya.

Lebih jauh Kiswoyo memberikan asumsi Return on Equity (RoE) INDF yang diprediksi pada akhir tahun 2018 sebesar 11%. Lalu, beta saham INDF 0,91, Risk Free Return sebesar 4.50%, PE tertinggi INDF 23x, dan pertumbuhan Earnings per Share (EPS) INDF untuk tahun 2018 sebesar sebesar 6%.

Dengan demikian, dia melihat harga wajar saham INDF untuk 12 bulan mendatang, berada di level Rp8.985. "Masih terdapat potensi kenaikan harga saham INDF sebesar 20,98% dari harga saat ini di level Rp7.100," ucapnya.

Kiswoyo melihat, EPS INDF di tahun 2018 ini bisa tumbuh 6% dari EPS tahun 2017 sebesar Rp 475 menjadi Rp503 di akhir tahun 2018 ini.

Kondisi penguatan dolar AS saat ini, lanjut dia, akan mendorong kenaikan harga bahan pangan impor. Terlebih saat ini Indonesia masih melakukan import gandum. "Komoditas gandum yang menjadi bahan baku utama dalam pembuatan mie instan akan ikut terkena efek terhadap penguatan dolar AS," papar dia.

Dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Kiswoyo memprediksi Indofood akan menaikkan harga jual produk untuk mengimbangi kenaikan harga bahan baku impor sehingga Indofood dapat mempertahankan Net Profit-nya.

"Dan hal ini juga akan diikuti oleh kenaikan harga jual produk dari pesaingnya INDF. Sehingga kami melihat penguatan dolar AS ini tidak akan memengaruhi pendapatan dan net profit INDF," tuturnya.

Asal tahu saja, PT Indofood Sukses Makmur Tbk merupakan produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang bermarkas di Jakarta.

Perusahan ini didirikan pada tanggal 14 Agustus 1990 oleh Sudono Salim dengan nama PT Panganjaya Intikusuma yang pada tanggal 5 Februari 1994 menjadi Indofood Sukses Makmur. Perusahaan ini mengekspor bahan makanannya hingga Australia, Asia, dan Eropa.

Dalam beberapa dekade ini Indofood telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan total food solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para pedagang eceran.

INDF menawarkan berbagai pilihan produk solusi sehari-hari bagi konsumen di segala usia dan segmen pasar, melalui sekitar 40 merek produknya yang terkemuka. Banyak di antara merek-merek tersebut memiliki posisi pasar yang signifikan di Indonesia, didukung oleh kepercayaan dan loyalitas jutaan konsumen selama bertahun-tahun.

Sebagian besar produk INDF tersedia di seluruh nusantara. Didukung oleh jaringan distribusi yang ekstensif dari perusahaan induk, INDF dapat memenuhi permintaan pasar secara tepat waktu dan lebih efisien. [jin]

Komentar

 
x