Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 22:01 WIB

PGN sebagai Subholding Gas dan Bukan Pertagas?

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Senin, 28 Mei 2018 | 15:35 WIB
PGN sebagai Subholding Gas dan Bukan Pertagas?
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pembentukan holding BUMN migas semakin jelas. Pemerintah telah menetapkan skema holding BUMN migas yaitu dengan melakukan imbreng saham pemerintah di PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ke PT Pertamina (Persero).

Hanya saja, jumlah saham pemerintah yang sebesar 57% di PGN tidak seutuhnya diserahkan ke Pertamina. Pemerintah masih memegang satu saham Seri A atau biasa disebut Dwiwarna.

Direktur Eksekutif Center of Energi and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mendukung PGN ditempatkan sebagai sub holding gas.

"Seharusnya dipahami dalam perspektif peraturan dan UU bahwa PGN statusnya BUMN dan ada saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Negara. Walaupun hanya satu lembar saham tetapi saham Dwiwarna mempunyai kendali yang absolut dan istimewa," kata Yusri dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (28/5/2018).

Kata Yusri keistimewaan saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki PGN meliputi persetujuan perubahan Anggaran Dasar, perubahan permodalan, persetujuan pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dan Dewan Komisaris, termasuk persetujuan terkait penggabungan, peleburan, pengambilalihan, pemisahan dan pembubaran perusahan serta termasuk persetujuan pemindahan aset yang berdasarkan anggaran dasar perlu persetujuan RUPS," paparnya.

Pertanyaan berikutnya apakah Integrasi Pertagas ke PGN akan menguntungkan "Public Investor" , karena mereka tidak perlu membiayai dan mendapat bagian keuntungan Pertagas sebesar 43% secara cuma cuma .

"Sudah tentu PGN akan melakukan "right issue" saham baru untuk membiayai integrasi Pertagas ke PGN, sehingga melalui "right issue " ini maka "Public Investors" harus menyetor dana sesuai bagiannya untuk mendapatkan saham baru tersebut," katanya.

"Apabila tidak menyetor dana tersebut maka sahamnya akan berkurang dan tambahan saham baru PGN untuk menguasai Pertagas akan dikuasai sepenuhnya oleh Pertamina , sehingga akan meningkatkan saham kepemilikan Pertamina di PGN," tambahnya. [jin]

Komentar

x