Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 09:41 WIB

Akhirnya Terjadi yang Ditakutkan oleh Bos BEI

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Senin, 21 Mei 2018 | 15:33 WIB

Berita Terkait

Akhirnya Terjadi yang Ditakutkan oleh Bos BEI
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2018 ini bergejolak. Setelah mencatatkan rekor terbaiknya, dari awal tahun sampai saat ini dana asing yang hengkang dari pasar modal RI lebih dari Rp40 triliun.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio membenarkan jumlah dana asing yang kabur tersebut, menurut Tito ketakutan yang di prediksinya benar-benar telah terjadi.

Apa yang ditakutkan Tito?

Tito mengungkapkan, bobot investasi pada pasar modal suatu negara secara konsensus mengacu pada MSCI (Morgan Stanleyinternational index), yang akan ditentukan kapitalisasi pasar. Sayangnya, beberapa waktu lalu bobot MSCI index Indonesia sudah turun lantaran China membuka saham seri A di Shanghai (Shanghai Stock Exchange) dan Beijing.

"Permasalahanya China membuka saham seri A nya, ada 230 saham seri A China masuk dalam perhitungan MSCI. Sehingga bobot China naik, ini memang secara hitung mendilusi bobot kita sekitar 0,04%. Ya sudah kejadian kan yang ditakuti," kata Tito saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Akibatnya kata dia, MSCI mengeluarkan daftar konstituen saham baru. Bobot dari saham-saham di Indonesia pun dikurangi. Seperti MSCI Small Cap Indeks, atau jajaran saham Indonesia berkapitalisasi kecil, indeks ini mendepak 5 saham yakni PT Totalindo Eka Persada Rbk (TOPS), PT Intiland Development Tbk (DILD), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), dan PT Wijaya Karya Beton (WTON).

Untuk menggantikannya dimasukkan hanya satu saham yakni PT Trada Alam Minera (TRAM). Lalu MSCI Global Standard Index untuk Indonesia mengeluarkan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL). Sebagai penggantinya Morgan Stanley memasukkan saham PT Indah Kiat Pulp Tbk (INKP).

Sementara Morgan Stanley memasukkan cukup banyak saham baru dari China. Ada sekitar 302 saham baru yang masuk dari indeks China.

Kondisi tersebut merupakan hal buruk yang selalu dikhawatirkan oleh Tito.

Permasalahannya, MSCI merupakan indeks yang menjadi acuan seluruh investor dunia. Bahkan total dana investasi yang mengacu pada MSCI mencapai US$13 triliun.

Hal kedua yang dikhawatirkan Tito adalah jika Saudi Aramco jadi melakukan pelepasan saham di pasar modal. Sebab nilai kapitalisasi pasar Saudi Aramco jika jadi IPO diperkirakan lebih dari US$1 triliun. Hal itu tentu juga akan mengurangi bobot Indonesia di MSCI.

Meski begitu, Tito meyakini keluarnya dana. asing dari pasar modal Indonesia belakangan ini tidak sepenuhnya karena perubahan bobot MSCI.[jin]

Komentar

x