Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 03:44 WIB

BI Rate Terkerek, tak Bisa 'Nendang' Rupiah

Oleh : M Fadil Djaelani | Sabtu, 19 Mei 2018 | 16:09 WIB
BI Rate Terkerek, tak Bisa 'Nendang' Rupiah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar mata uang garuda terhadap mata uang negeri Paman Sam, masih saja melemah, padahal Bank Indonesia (BI) sudah mengerek suku bunga acuannya atau 7 Days Repo Rate ke level 4,5%.

Ekonom Institute for Development for Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan kenaikan suku bunga acuan tidak terlalu berdampak pada penguatan nilai tukar rupiah.

"Efek dari kenaikan bunga acuan memang tidak terlalu berdampak positif oleh pelaku pasar karena hanya naik 25 bps menjadi 4,5%. Sebelumnya investor sudah melakukan price in atau antisipasi kebijakan bunga acuan ke harga saham," kata Bhima kepada INILAHCOM, Jakarta, Sabtu (19/5/2018).

Faktor lain kata Bhima, karena Dolar Index terus mengalami kenaikan dalam 1 bulan terakhir menjadi 93,4. Dolar Index merupakan perbandingan kurs dolar AS dengan 6 mata uang paling dominan di dunia.

"Jika dolar index naik artinya secara rata rata mata uang dolar semakin perkasa," jelasnya.

Sementara investor juga masih mencermati data ekonomi Global seperti laporan klaim pengangguran dan data manufaktur AS. Hal ini untuk menentukan arah kenaikan bunga acuan Fed rate berikutnya, khususnya bulan Juni mendatang di rapat FOMC.

"Disisi yang lain laporan Beige Book yang dirilis Goldman Sachs mengungkap kekhawatiran para investor terkait perang dagang AS China. Alhasil sampai siang ini investor asing masih melakukan net sales atau penjualan bersih saham Rp120 miliar," katanya.

Faktor global ini bisa menentukan fluktuasi nilai tukar rupiah dalam jangka panjang. Dengan faktor tersebut rupiah diprediksi hanya menguat tipis ke Rp13.900-14.000 di pekan depan. Untuk hari ini rupiah masih dalam tahap konsolidasi sehingga rentan fluktuasi dilevel Rp14.000-14.200 per dolar AS.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar AS (Jisdor), hari ini Jumat (18/5/2018) posisi mata uang Garuda menembus level Rp14.100 per dolar AS tepatnya Rp14.107 per dolar AS. Angka itu lebih lemah dibandingkan posisi kemarin yang masih di level Rp 14.074 dolar AS.

Komentar

Embed Widget

x