Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 03:45 WIB

PT Sritex Mampu Bagi Dividen Rp163 M

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 18 Mei 2018 | 14:56 WIB
PT Sritex Mampu Bagi Dividen Rp163 M
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp163,6 miliar atas laba bersih perusahaan pada 2017.

Total dividen tersebut mengalami kenaikan yang sangat signifikan yaitu meningkat 193% dibandingkan angka dividen pada tahun sebelumnya sebesar Rp55,78 miliar.

Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk, Iwan Setiawan menyatakan selama 2017, perusahaan mampu menunjukkan kinerja yang semakin kuat dan meningkat. Nyatanya membukukan penjualan sebesar US$759,3 juta selama 2017 atau naik sekitar 12% dari penjualan 2016 yakni Rp679,9 juta.

"Nilai total penjualan ekspor perusahaan pada tahun kemarin adalah sebesar US$405 juta dan memberikan kontribusi sebesar 53,3% dari total penjualan dengan kenaikan nilai sebesar 13,4% dibanding penjualan ekspor tahun 2016," ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/5/2018).

Iwan menjelaskan, peningkatan total penjualan perusahaan selama 2017 merupakan wujud keberhasilan dari strategi-strategi yang dijalankan. Strateginya mencakup peningkatan kapasitas produksi, efisiensi proses produksi dan operasional serta fokus pada penjualan produk-produk bernilai tambah tinggi.

Total dividen PT Sri Rejeki Isman Tbk tersebut akan dibagikan untuk 20.452.176.844 saham. Dividen iniakan dibayarkan pada tanggal 21 Juni 2018 kepada para pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan per tanggal 31 Mei 2018.

Iwan Setiawan menyatakan jika dibandingkan dengan beberapa pesaing domestik, PT Sri Rejeki Isman Tbk masih merupakan pemimpin pasar pada tahun 2017. Buktinya membukukan total penjualan yang lebih besar dibandingkan para pesaing.

"Kami melihat industri tekstil nasional secara keseluruhan masih akan mengalami peningkatan, terlebih dengan mempertimbangkan adanya kecenderungan peningkatan permintaan dari pelanggan yang diiringi juga dengan penambahan basis pelanggan kami," jelasnya.

Negara-negara di kawasan Asia Tenggara, kata Iwan, memberikan kontribusi sebesar 9% pada pangsa pasar tekstil global. Sementara di tingkat Asia Tenggara, kontribusi Indonesia mencapai 30% untuk pangsa pasar tekstil.

Kinerja ekspor tekstil Indonesia, kata Iwan, selama beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 7,9% per tahun. Dalam paparan publik yang dilaksanakan seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Perseroan untuk tahun 2018 menargetkan peningkatan penjualan sekitar 35-40%.

"Sehingga total penjualan kami di tahun 2018 sudah melebihi angka US$1miliar dan kami juga sangat optimis dapat mencapai target tersebut," ujar Iwan.

Terkait dengan perluasan pasar ekspor, dia menyatakan bahwa program tersebut cukup berhasil mengingat adanya peningkatan kontribusi penjualan ekspor menjadi 53,3% dari total penjualan selama tahun 2017 dari sebelumnya 52,5%.

"Dengan bertambahnya kapasitas produksi maka di tahun 2018, kami menargetkan penjualan ekspor bisa berkontribusi dalam kisaran 56-58% dari total penjualan. Selain itu kami juga mengembangkan pasar ekspor baru dengan menambah portfolio pelanggan global," tegas Iwan. [hid]

Komentar

Embed Widget

x