Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 09:22 WIB

Harga Saham IPO The Duck King Rp1.550-1.950/Saham

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 16 Mei 2018 | 14:35 WIB

Berita Terkait

Harga Saham IPO The Duck King Rp1.550-1.950/Saham
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pengelola jaringan restoran makanan khas China, PT Jaya Bersama Indo Tbk (The Duck King) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 403,8 juta saham atau setara dengan 34.40% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Menurut Direktur Jaya Bersama Indo, Ibin Bachtiar, sebagian besar dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi bisnis. "Harga penawaran umum sekitar Rp1.550-Rp1.950 per saham," kata Ibin di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Dia menyebutkan, sebesar 80% dana hasil IPO untuk ekspansi bisnis, sedangkan sisanya untuk modal kerja. "Kami berencana membuka gerai baru dan merenovasi gerai yang ada," ucap Ibin.

Pada pelaksanaan IPO ini perseroan menunjuk dua penjamin pelaksana emisi efek, yakni PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia dan PT Danareksa Sekuritas. Rencananya, penawaran awal dilaksanakan pada 16-23 Mei 2018.

Dia berharap, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peryataan efektif pada 31 Mei 2018. Sehingga, masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 4-5 Juni 2018. "Diharapkan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa dilakukan pada 8 Juni 2018," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, The Duck King membuka restoran pertama di Senayan Trade Centre, Jakarta pada 2003. Perseroan fokus pada masakan tradisional China tanpa daging dan lemak babi dengan hidangan utama adalah bebek peking panggang.

Perusahaan memiliki tiga merek utama, yaitu The Duck King, Fook Yew, dan Panda Bowl serta tujuh sub-merek dari The Duck King untuk menangkap permintaan di segmen konsumen kelas menengah di Indonesia.

Sebelumnya, Ibin Bachtiar mengungkapkan, perseroan akan membawa brand The Duck King ke luar negeri. "Dalam jangka panjang, setiap tahun kami membuka satu outlet di luar negeri. Jadi, Indonesia bisa membawa brand-nya ke luar negeri," tuturnya.

Menurut dia, rencana membuka outlet di mancanegara akan terfokus pada kawasan Indo China. "Dalam kurun 12 ke depan, kami akan membuka satu outlet. Fokus pembukaan satu outlet ini di Vietnam. Kami sudah jauh-jauh hari merencanakannya," ujar Ibin.

Sementara itu, lanjut dia, perseroan juga merencanakan untuk membuka lima outlet di Indonesia. "Akhir tahun ini ada lima outlet tambahan. Ada satu kota baru yang akan kami buka outlet baru, yakni Makassar. Akan dibuka pada September atau Oktober tahun ini," paparnya. [hid]

Komentar

x