Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 14:38 WIB

Listing Perdana

Saham Hermina Langsung Masuk Jalur Merah

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 16 Mei 2018 | 10:46 WIB

Berita Terkait

Saham Hermina Langsung Masuk Jalur Merah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Perusahaan pengelola Rumah Sakit (RS) Hermina, PT Medikaloka Hermina Tbk secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini.

Perusahaan akan tercatat dengan kode saham HEAL sebagai perusahaan ke 14 yang melantai di tahun 2018.

Dalam Initial Public Offering (IPO) perseroan melepas sebanyak 351,38 juta lembar saham atau sebesar 11,82% dari modal ditempatkan dan disetor. Adapun harga saham sebesar Rp3.700 per unit saham.

Dengan demikian, perseroan mengincar nilai IPO sebesar Rp1,3 triliun.

Dalam perdagangan perdana saham Hermina langsung berada di jalur merah dengan terkoreksi sebesar 2,7% atau turun 100 poin ke level Rp3.600 per lembar saham.

Pada saat itu, saham Hermina ditransaksikan sebanyak 71 kali dengan volume 1807 lot dan nilai transaksi Rp667 juta.

Menanggapi kinerja saham perdananya ini, Direktur Independen Hermina, Aristo Setiawidjaja mengatakan melemahnya perdagangan awal saham Hermina disebabkan oleh kondisi pasar yang memang saat ini berfluktuasi.

"Ini hanya respon market saja, kita lihat yang merah bukan saham kita saja hampir seluruhnya," kata Aristo di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Perseroan mencatatkan saham 2,97 miliar saham di BEI antara lain penawaran saham perdana 351,38 juta saham, mandatory exchangeable note sebesar 94,72 juta saham, dan saham pendiri 2,97 miliar. Kapitalisasi pasar saham terbentuk Rp 11 triliun.

PT Medikaloka Hermina Tbk akan gunakan dana hasil IPO sekitar 25 persen untuk belanja modal pembukaan rumah sakit di Palembang, Samarinda, Padang dan lainnya. Saat ini Hermina telah mengelola 28 rumah sakit di 17 provinsi di Indonesia dan berencana untuk membangun 12 rumah sakit baru dalam 3 tahun ke depan.

Kemudian sekitar 25 persen digunakan Medikaloka Investama untuk belanja modal yang dipakai untuk beli peralatan medis kesehatan. Lalu sekitar 38 persen untuk bayar utang ke PT Bank DBS Indonesia dan surat utang jangka pendek Medikaloka Hermina, dan 12 persen untuk biaya operasional. [jin]

Komentar

x