Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 12:27 WIB

Wall Street Berisiko Memerah

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 15 Mei 2018 | 18:50 WIB

Berita Terkait

Wall Street Berisiko Memerah
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, New York - Indeks saham AS berjangka menunjukkan pembukaan yang lebih rendah pada Selasa pagi (15/5/2018) setelah Home Depot melaporkan penjualan kuartalan yang jatuh jauh dari harapan Wall Street.

Sekitar pukul 07:34 pagi waktu ET, Dow futures turun 89 poin, menunjukkan pembukaan terendah yang tersirat dari 79 poin. Kontrak berjangka Nasdaq dan S & P 500 juga mengindikasikan awal yang lebih rendah untuk sesi untuk pasar masing-masing. Penutupan positif Senin di ekuitas memperpanjang kemenangan beruntun Dow menjadi delapan hari.

Penurunan dalam ekuitas AS terjadi setelah Home Depot melaporkan laba kuartal pertama yang mengalahkan ekspektasi Wall Street. Tetapi meleset dari perkiraan di bagian atas berkat apa yang dikategorikan perusahaan sebagai "awal yang lambat" untuk meningkatkan penjualan.

Musim semi adalah musim yang sangat penting bagi peritel perbaikan rumah karena para pembelanja secara tradisional menyimpan persediaan dan bahan-bahan renovasi berkebun. Transaksi pelanggan, bagaimanapun, turun 1,3 persen selama kuartal tersebut.

Saham turun 2,5 persen dalam perdagangan premarket menyusul laporan tersebut. Dalam data ekonomi, angka penjualan ritel April jatuh tempo pada 8:30 ET, seperti mengutip cnbc.com.

Dalam berita geopolitik, kekerasan meletus Senin di perbatasan Israel-Gaza pada hari AS membuka kedutaannya di Jerusalem, setelah Presiden Donald Trump memindahkannya dari Tel Aviv.

Palestina menafsirkan langkah itu sebagai dukungan untuk kontrol Israel terhadap seluruh kota. Mereka mengklaim bahwa Jerusalem Timur adalah ibu kota negara Palestina di masa depan. Pangeran Turki Al-Faisal dari Arab Saudi mengatakan kepada CNBC bahwa langkah itu akan meningkatkan ketidakstabilan di Timur Tengah.

Duta Besar AS untuk China Terry Branstad mengatakan bahwa Washington dan Beijing masih "sangat jauh" ketika harus memperbaiki perbedaan perdagangan mereka.

Komentar

x