Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 23:02 WIB

Ada Apa dengan Pelepasan Saham APT ke BFIN?

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 15 Mei 2018 | 02:00 WIB

Berita Terkait

Ada Apa dengan Pelepasan Saham APT ke BFIN?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Aryaputra Teguharta (PT APT) bakal menempuh langkah hukum kembali terkait sengketa peralihan 32,32% saham miliknya di PT BFI Finance (BFIN) Tbk pada 1999.

"Kami tegaskan APT merupakan pemilik saham mayoritasi di PT BFI sesuai putusan PK. Dengan begitu kami akan mempersiapkan langkah hukum (kedepan)," kata Direktur Utama PT APT Aryaputra Hari Doho Tampubolon saat jumpa pers di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Kuasa Hukum APT, Pheo Hutabarat menduga, ada corporate fraud yang dilakukan pimpinan PT BFI Finance Indonesia (BFIN) saat menjual saham Aryaputra Teguharta tahun 2001 silam.

"Kami menduga hilangnya saham-saham APT karena adanya fraud yang dilakukan manajemen saat mengalihkan saham-saham milik APT," kata Pheo.

Sebab, Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI) melalui Putusan MARI dalam Peninjauan Kembali (PK) Nomor 240 PK/PDT/2006 tertanggal 20 Februari 2007 (PK 240/2007) menyatakan PT APT adalah pemilik sah 32,32% saham PT BFI Finance, Tbk. Sebagai putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) di Negara Republik Indonesia.

PT APT sebelumnya, papar Pheo, adalah pemegang saham pengendali 32,32% pada PT BFI Finance, Tbk. Kemudian saham-saham itu diduga ditranfer secara ilegal dari PT BFI Finance, Tbk. kepada pihak ketiga sejak tahun 2001, yang sesungguhnya bertentangan dengan PK itu. "Saat ini pemegang saham pengendali 43% saham PT BFI Finance, Tbk. adalah PT Trinugraha Capital," kata dia.

Dia menjelaskan, Bloomberg pada akhir Maret 2018 melaporkan bahwa total nilai saham PT BFI Finance, Tbk mencapai senilai US$ 1 miliar. PT APT adalah pemilik sah sejumlah 32,32% saham di perusahaan tersebut, atau setara dengan Rp 4 triliun (US$ 300 juta)


Dengan begitu, pihaknya ke depan akan melakukan beberapa langkah. Diantaranya, mengajukan gugatan perdata terkait peralihan saham milik Aryaputra yang diduga telah melawan hukum. Kemudian, para direksi juga akan dilaporkan secara pidana ke pihak kepolisian.

Dia menjelaskan, gugatan perdata dilakukan untuk memperkuat putusan PK di MA bahwa Aryaputra pemegang saham yang sah di BFI finance.

Sementara pelaporan kepada kepolisian, dilakukan, lantaran Pheo menilai adanya tindakan corporate fraud yang dilakukan manajemen BFI ketika mengalihkan saham milik Aryaputra. "Kami menduga hilangnya saham-saham APT karena adanya fraud yang dilakukan manajemen saat mengalihkan saham-saham milik APT," katanya saat dalam kesempatan yang sama. [ipe]

Komentar

x