Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 13:23 WIB
Hightlight News

IHSG akan Tunggu Kenaikan BI Rate

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 14 Mei 2018 | 06:15 WIB

Asing Sebagian Tinggalkan IHSG

Wall Street di Level Tertinggi Sejak Maret

Asing Sebagian Tinggalkan IHSG

Sementara dari dalam negeri, IHSG berhasil menguat 48,89 poin (+0,83%) ke level 5.956,83 pada akhir pekan. Investor asing masih menjual saham dengan melakukan net sell sebesar Rp139 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan, laju IHSG mampu bergerak menguat +2,84%, setelah sempat anjlok cukup tajam pada 2 pekan sebelumnya.

Walaupun demikian, investor asing masih melepas saham dengan mencatatkan net sell sebesar Rp. 1,72 triliun di pasar reguler dalam sepekan.

Setelah sempat tertekan dan anjlok hingga level terendah di 5.716, akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus keatas level Rp14.100/USD dan rilis data GDP kuartal I 2018 yang tumbuh 5,06% di bawah konsensus pasar di kisaran 5,18%, IHSG akhirnya mampu rebound dalam 2 hari terakhir.

Rebound IHSG terjadi disebabkan oleh adanya spekulasi bahwa BI bakal menaikkan suku bunga acuannya sekitar 25-50 bps dalam RDG pada pertengahan pekan ini tanggal 16-17 Mei 2018. Dalam pernyataannya, BI menyampaikan bahwa ruang untuk penyesuaian suku bunga 7-Day RR terbuka. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk untuk menjaga stabilitas dan antipasi terhadap pelemahan nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, rencana pemerintah untuk melakukan buyback saham-saham BUMN menjadi katalis positif tambahan bagi reboundnya IHSG.

Sementara dari ekternal, kenaikan harga komoditas terutama minyak dunia yang menembus ke atas level US$ 70/barrel, usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran dan akan memberlakukan kembali sanksi-sanksi terhadap negara tersebut, turut memberikan dorongan pada pasar saham.

Selain itu market juga mendapat katalis positif dari rilis data inflasi AS yang di bawah ekspektasi. Inflasi AS periode April 2018 tercatat sebesar 0,2% dan inflasi inti adalah 0,1%, di bawah konsensus pasar yang memperkirakan inflasi 0,3% dan inflasi inti 0,2%, sehingga peluang untuk kenaikan suku bunga acuan yang agresif kembali mengecil.

1 2

0 Komentar

Kirim Komentar


Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget
x