Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 00:05 WIB

Analis Patok Harga Wajar Saham JSMR Rp6.970

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 10 Mei 2018 | 13:43 WIB
Analis Patok Harga Wajar Saham JSMR Rp6.970
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Berdasarkan analisis fundamental, Kiswoyo, Peneliti Senior PT Narada Kapital Indonesia mematok harga wajar saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) di Rp6.970 per unit dalam 12 bulan ke depan. Anda tertarik?

Pada perdagangan Rabu (9/5/2018), saham JSMR ditutup menguat Rp80 (2%) ke Rp4.100. Dengan demikian, dari harga terakhir ini, saham jalan tol ini masih memiliki potensi penguatan sebesar Rp2.870 alias 70%.

Mengacu pada hitung-hitungan fundamental emiten, PT Jasa Marga Tbk membukukan pendapatan pada sepanjang tahun lalu sebesar Rp35,09 triliun. Angka ini naik 110 persen dibandingkan 2016 sebesar Rp16,66 triliun.

Kenaikan tersebut terutama didorong oleh naiknya pendapatan konstruksi perseroan dari Rp7,83 triliun pada 2016 menjadi Rp26,17 triliun. Pendapatan tol dan usaha lain JSMR pada tahun lalu hanya naik dari Rp8,83 triliun pada 2016 menjadi Rp8,92triliun.

Kenaikan kinerja yang cukup signifikan di tahun lalu, juga dicatatkan Jasa Marga pada aset yang mencapai 48 persen dibandingkan 2016 sebesar Rp 53,5 triliun menjadi Rp79,19 triliun.

PT Jasamarga Properti (JMP), anak usaha PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang bergerak di bidang properti, saat ini tengah mengembangkan beberapa proyek. Sejumlah proyek tersebut berupa gedung perkantoran, rest area jalan tol, dan landed house.

"Proyek-proyek tersebut diharapkan mendukung pelayanan dan kegiatan operasional jalan tol sebagai bisnis inti Jasa Marga," papar Kiswoyo dalam risetnya yang diterbitkan baru-baru ini.

JSMR mengincar tambahan volume lalu lintas dan pendapatan dari ruas tol yang baru beroperasi pada 2018. Enam ruas tol yang konsesinya dimiliki PT Jasa Marga (Persero) Tbk ditargetkan beroperasi pada tahun ini.

"Salah satu yang bakal beroperasi dalam waktu dekat, yaitu TolNgawi-Kertosono," ujarnya.

Saat ini, Jasa Marga tengah merencanakan instrumen reksa dana penyertaan terbatas untuk divestasi tiga ruas tol Trans Jawa. Melalui skema tersebut, JSMR membidik dana segar hingga hinga Rp3 triliun.

"Dengan akan banyaknya tol baru yang akan beroperasi pada tahun ini, kami memprediksi kenaikan pendapatan dan net profit JSMR sebesar 22% per tahun dapat dicapai," ungkap dia.

Sebab, ketika jalan tol baru beroperasi, akan memberikan konstribusi pendapatan dan net profit yang akan naik setiap tahunnya selama 5 tahun. "Karena setelah 5 tahun tol tersebut akan macet, sehingga pendapatan dan net profit ruas tol tersebut tidak akan naik," imbuhnya. [jin]

Komentar

x