Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 19:50 WIB

KBUMN Siapkan IPO 10 Anak Usaha Tahun Ini

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 9 Mei 2018 | 13:33 WIB

Berita Terkait

KBUMN Siapkan IPO 10 Anak Usaha Tahun Ini
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaku tengah menyiapkan 10 anak usaha BUMN yang bakal go public atau Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2018 ini.

Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Aloysius K. Ro tengah mempersiapkan pipeline IPO anak usaha BUMN tersebut.

"Yang masuk usulan ke kita ada 10. Ada 10 tahun ini ya untuk anak BUMN," kata Aloy sapaan akrabnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Namun Aloy tak mau menjelaskan lebih detail 10 anak usaha BUMN yang dimaksud, lantaran masih melihat kondisi pasar kedepannya.

"List-listnya sudah ada, sudah ada anak-anak BUMN bakal IPO. Tapi saya belum bisa bilang dulu. Kita juga liat kondisi pasar ke depannya," katanya.

Saat ditanya mengenai kondisi pasar yang saat ini tidak menentu serta diikuti pelemahan Rupiah, Aloy menyebutkan bahwa hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi anak BUMN untuk lakukan IPO ke depan.

"IHSG anjlok atau Rupiah melemah, itukan kebijakan moneter dong, saya nggak tahu. Itu kebijakan moneter," ujarnya.

Asal tahu saja hari ini, PT Bank BRISyariah Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten BRIS.

BRIS tercatat sebagai emiten ke-11 yang listing pada tahun ini dan merupakan Bank Syariah sekaligus anak usaha BUMN pertama yang melantai bursa pada tahun 2018, sehingga saat ini total emiten di BEI menjadi 576.

Pada saat perdagangan perdana, saham BRIS langsung meroketPada pencatatan perdana tersebut, saham BRIS naik 19,61% atau 100 poin ke level ke Rp610. Saham BRIS ditransaksikan sebanyak 55 kali dengan volume sebanyak 31.986 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp1,86 miliar.

BRISyariah melepas 2,6 miliar lembar saham baru atau sebesar 27% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga sebesar Rp 510 per saham. Perseroan berhasil mencatatkan oversubscribe sebanyak 2 kali. [jin]

Komentar

x