Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 13:25 WIB

Bursa Saham dan Rupiah Jeblok, Ini Kata Bos BEI

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 9 Mei 2018 | 13:01 WIB
Bursa Saham dan Rupiah Jeblok, Ini Kata Bos BEI
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa minggu terakhir terus mengalami pelemahan.

Dalam perdagangan hari ini saja, Rabu (9/5/2018) IHSG dibuka di jalur merah dengan pelemahan 29,224 poin (0,51%) ke level 5.745,492. Indeks LQ45 turun 7,795 poin (0,85%) ke level 912,742.

Tak hanya laju IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dolar juga mengikuti tren pelemahan saat ini, mata uang garuda tersebut sudah menembus angka psikologisnya di level Rp14.045 pagi ini.

Menanggapi situasi yang serba jeblok ini, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan pelemahan yang terjadi baik bursa saham dan rupiah merupakan bentuk reaksi pasar atas ketidakpastian (uncertainty) ekonomi global, terutama dampak dari kebijakan kontroversial Presiden Amerika Serikat (AS).

"Tapi ada dua hal di dunia, yang pertama masih ada uncertainty ditrading dunia dan yang kedua adalah uncertainty sendiri, terus terang di Indonesia," kata Tito saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Kata dia salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menguatkan kembali mata uang garuda adalah dengan cara menaikkan kembali interesr rate (suku bunga) rupiah.

"Bagaimana kita menarik lagi nilai mata uang rupiah, salah satu cara yang bisa adalah dengan cara menaikkan interest rate dan sejumlah bank saat ini sudah menaikkan kembali intereset rate," katanya.

Selain itu jalan yang bisa ditempuh pemerintah untuk menguatkan mata uang rupiah adalah dengan cara menguatakan fundamental APBN.

"Bagaimana kita memperkuat struktur APBN kita, yang penting bagi investor adalah keterbukaan jangan sampai investor menilai ada uncertainty, jangan sampai kita disebut negara Filipina yang disebut karena tak terbuka soal keuangannya," katanya.

Terkait kondisi pasar saham saat ini, Tito bilang kondisi pasar modal Indonesia masih dalam kondisi yang baik, hal tersebut terlihat dari return yang diberikan kepada para pemegang saham.

"Insya Allah kalau kita bicara saham-saham kita hasilnya bagus sekali, return-nya bagus, liukidty yang menguat, jadi kondisi pasar modal kita sangat bagus karena di dukung emiten yang bagus," katanya. [jin]

Komentar

Embed Widget

x