Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 08:11 WIB

BEI: OJK Cek Dugaan Kecerobohan Bank Bukopin

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 2 Mei 2018 | 16:11 WIB

Berita Terkait

BEI: OJK Cek Dugaan Kecerobohan Bank Bukopin
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) tengah jadi sorotan para investor, lantaran bank ini merevisi laporan keuangan tahun 2016 dengan perubahan yang sangat signifikan.

Anehnya lagi, revisi itu baru dilaporkan pada laporan keuangan tahun 2017 yang disampaikan ke otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan ini.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat mengatakan pihaknya sudah mendapat laporan terkait revisi laporan kinerja keuangan BBKP tersebut dan menilai hal tersebut merupakan tindakan yang ceroboh. "Apakah ini faktor kesengajaan, kelalaian atau kecerobohan perusahaan maupun auditor, ini lagi dilihat dulu oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," kata Samsul saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Apakah BEI akan memberikan sanksi, jika terbukti adanya kelalaian dalam melaporkan kinerja keuangan, Samsul mengatakan hal tersebut bisa saja terjadi.

"Sanksinya bisa cukup berat bisa juga sanksi lain, tapi tergantung pemeriksaan di OJK," katanya.

Sebelumnya, pihak BBKP memberikan keterangan terkait dengan adanya perubahan dari laporan keuangan perusahaan yang diakibatkan oleh adanya piutang kartu kredit yang harusnya tak dibukukan sebagai pendapatan tapi justru dibukukan sebagai pendapatan.

Seperti halnya pada pos perubahan laporan keuangan tahun 2016 yang direvisi. Pos pendapatan provisi dan komisi pada laporan keuangan tahun 2016, Bank Bukopin melaporkan pendapatan provisi dan komisi sebanyak Rp1,059 triliun atau meningkat 18,46% dari tahun 2015.

Nah, di laporan keuangan 2017 tercatat pendapatan provisi dan komisi semisalnya BBKP pada tahun 2016 hanya sebanyak Rp317,88 miliar atau berkurang Rp743 miliar dari laporan keuangan tahun 2016.

Imbasnya, laba operasional juga mengempis sebanyak Rp476,57 miliar. Kenyataannya pada laporan keuangan tahun buku 2016, laba operasional bank ini sempat menjulang ke angka Rp1,38 triliun. Selisih nya mencapai 65,46%.

Ujungnya, laba bersih bank ini pun direvisi menjadi Rp183,53 miliar dari sebelumnya Rp1,08 triliun, atau turun sampai 83%.

Revisi lain yang mencolok terlihat pada sisi aset yang mengalami perubahan menjadi Rp102,77 triliun. Selisihnya mencapai Rp2,63 triliun dibanding laporan keuangan sebelumnya mencapai Rp105,4 riliun. [hid]

Komentar

x