Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 19:51 WIB

INPS Tergiur Akuisisi PT Jono Gas Pejagalan

Sabtu, 28 April 2018 | 07:30 WIB

Berita Terkait

INPS Tergiur Akuisisi PT Jono Gas Pejagalan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS), atau Inprase Group menjadi emiten baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini melakukan initial public offering (IPO) pada 5 April 2018.

Perusahaan ini bergerak di sektor logistik dan penjualan energi. Berdiri 1950 dengan awal usaha dalam perdagangan dan angkutan bahan bakar berskala kecil. Pada 1980, INPS menjalin kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) dalam mendistibusikan BBM dan pelumas.

Sampai 1990, bisnis INPS berkembang pesat dengan merambah bisnis logistik, transportasi dan memperluas cabang distribusi BBM dan LPG. Kini, INPS menjadi perusahaan terbuka yang menyediakan jasa logistik, perdagangan dan distribusi BBM dan LPG baik melalui transportasi laut maupun darat.

Dari IPO, INPS meraup dana segar Rp41,40 miliar. Karya Bakti Kaban, Head Corporate Secretary Inprase Group, mengatakan sekitar 49% dana hasil IPO digunakan untuk mengakuisisi PT Jono Gas Pejagalan. Sementara, sisa dana IPO lainnya digunakan untuk menambah modal kerja.

PT Jono Gas Pejagalan adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan LPG untuk segala ukuran seperti 12 kilogram, 50 kilogram hingga LPG bulk. Selama ini, Karya mengatakan bisnis yang dijalankan INPS di bidang LPG hanya menjual dan mendistribusikan LPG bulk. "Jadi belum main di LPG 12 kg dan 50 kg," kata Karya, Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Dengan akuisisi ini, Karya berharap komitmen INPS untuk memegang semua jenis penjualan LPG bisa tercapai. "Akuisisi buat bisnis unit jadi makin lengkap untuk jual LPG di semua range ukuran," tambah Karya.

Secara keuangan, akuisisi ini juga akan membantu pertumbuhan pendapatan INPS secara konsolidasi. Karya menyebut dalam setahun PT Jono Gas Pejagalan mampu membukukan pendapatan sekitar Rp 60 miliar hingga Rp 70 miliar dengan laba mencapai sekitar 5 miliar. Kini, proses penandatangan kepakatan beli sudah dilakukan dan sedang proses melapor kegiatan akuisisi ini kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dana hasil IPO juga rencananya akan digunakan untuk membangun satu SPBU di tahun ini. Alokasi dana yang disiapkan untuk membangun SPBU baru yang berada di daerah Jakarta Utara ini sebesar Rp50 miliar hingga Rp60 miliar.

Karya mengatakan proses pembangunan SPBU baru tersebut mencapai 40% dan ditargetkan bisa beroperasi pada Juni atau Juli 2018. [tar]

Komentar

x