Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Juni 2018 | 00:27 WIB
 

Satgas Laporkan 72 Investasi Bodong ke Bareskrim

Oleh : - | Sabtu, 21 April 2018 | 04:00 WIB
Satgas Laporkan 72 Investasi Bodong ke Bareskrim
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi, mencatat 72 entitas investasi tanpa izin yang berpotensi merugikan masyarakat.

"Ini baru April namun sudah ada 72 entitas yang mendapatkan pengaduan karena diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin," kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Tongam mengatakan, jumlah ini mendekati jumlah entitas yang dilaporkan masyarakat tidak mempunyai izin kegiatan untuk memasarkan produk berbasis investasi sepanjang 2017 yang tercatat 80 entitas.

Ia menambahkan sebagian besar entitas yang harus mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat tersebut bergerak dalam bidang Forex atau Future Trading, Cyptocurrency, Multi Level Marketing dan investasi lainnya yang menjanjikan imbal hasil atau keuntungan tidak wajar. "Mereka melakukan kegiatan untuk menghimpun dana dari masyarakat dengan imbal hasil tinggi tanpa risiko serta penawaran menarik tapi tidak masuk akal," kata Tongam.

Tongam meminta, masyarakat mewaspadai investasi yang berbasis spekulasi dan menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. "Ini memang masalah yang berulang-ulang. Untuk itu peran serta masyarakat menjadi penting untuk menyakinkan. Jadi apabila ada rilis dari Satgas terkait entitas bermasalah, mohon entitas tersebut untuk tidak diikuti," kata Tongam.

Tongam menegaskan, seluruh daftar entitas bermasalah ini sudah dilaporkan kepada Badan Reserse Kriminal Polri untuk diproses secara hukum dan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bisa menindaklanjutinya dengan memblokir situs entitas tersebut.

Tongam mengatakan proses pencegahan harus dilakukan secara berulang agar modus-modus penawaran investasi dengan imbal hasil tidak masuk akal tidak kembali terjadi dan tidak terus-menerus merugikan masyarakat.

"Mungkin saja web-nya sudah kami minta tutup oleh Kominfo, namun pelakunya sangat licik dan menerbitkan lagi web yang baru. Makanya harus ada langkah tegas dari kepolisian," kata Tongam. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x