Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Mei 2018 | 01:29 WIB
 

Susul JSMR, Global Bond GIAA Terbit di Singapura

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Kamis, 19 April 2018 | 15:56 WIB
Susul JSMR, Global Bond GIAA Terbit di Singapura
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Setelah PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang menerbitkan global bond di Bursa Efek London beberapa waktu lalu, kali ini giliran PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Garuda akan menerbitkan global bond di Bursa Efek Singapura dengan nilai emisi sebesar US$750 juta pada tahun ini.

Hal tersebut dikatakan Direktur Utama GIAA Pahala N Mansury usai mendapat restu dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), di Kantornya, Jakarta Kamis (19/4/2018).

"Kami akan meberbitkan global bond di Singapura dengan emisi sekitar US$750 juta," kata Pahala.

Pahala mengatakan telah mendapat izin untuk mengemisi obligasi global hingga US$750 juta. Nilai tersebut merupakan jumlah pokok maksimum yang bakal diemisi oleh GIAA tersebut.

"Penerbitan itu menjadi momentum yang baik untuk memperbaiki profil utang kami," katanya.

Dia menjelaskan bahwa alasan pemilhan obligasi global yakni menghindari missmatch antara sumber pendanaan dan pendapatan perseroan. Pasalnya, pengeluaran perseroan lebih banyak dilakukan dengan mata uang Dollar.

"Dari sisi ukuran penerbitan obligasi, lebih memungkinkan melalui instrumen obligasi global," imbuhnya.

Pihaknya mengaku optimistis target dana yang dipasang perseroan akan tercapai. Namun, dia belum bersedia membeberkan berapa besaran kupon yang dipatok perseroan.

"Nantilah kalau itu (kupon) roadshow pun belum kita mulai," katanya.

Dalam prospektus perseroan yang dipublikasikan awal pekan ini, empat investment bank yang telah ditunjuk Garuda Indonesia yaitu Australia and New Zealand Banking Group, Bank of Tokyo Mitsubishi, Deutsche Bank, dan Standard Chartered Bank. Adapun, bunga obligasi akan diumumkan setelah periodebookbuilding.

Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk reprofiling utang Perseroan sehingga proporsi utang jangka panjang tidak akan lebih kecil dibandingkan dengan proporsi pinjaman jangka pendek.

Ketika ditanya mengapa menerbitkannya di Singapura, Pahala menyebut bahwa lokasi dan kondisi ekonomi menjadi pilihannya. "Kan dekat, ekonomi juga baik, jadi semua okelah," katanya. [jin]

Komentar

 
Embed Widget

x