Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 01:45 WIB

Berburu Cuan 25% di Saham TLKM

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 19 April 2018 | 08:36 WIB

Berita Terkait

Berburu Cuan 25% di Saham TLKM
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Analis merekomendasikan beli saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan target harga wajar di Rp4.950. Artinya, terdapat potensi kenaikan sebesar 25,58% dari harga saat ini. Seperti apa?

Kiswoyo Adi Joe, Peneliti Senior PT Narada Kapital Indonesia mengasumsikan Return on Equity (RoE) saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) pada akhir tahun 2018 sebesar 20%.

"Dengan asumsi tersebut, beta saham TLKM 0,78, Risk Free Return sebesar 4,25%, Price to Earning Ratio (PER) tertinggi TLKM 20x, serta pertumbuhan Earning per Share (EPS) TLKM untuk tahun 2018 sebesar sebesar 12%," kata dia dalam risetnya yang diterima INILAHCOM, di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Oleh karena itu, Kiswoyo menetapkan harga wajar saham TLKM dalam 12 bulan mendatang akan berada di level Rp4.950 per unit saham. "Masih terdapat potensi kenaikan harga saham TLKM sebesar 25,58% dari harga saat ini di level Rp3.690," ujarnya.

Untuk target harga saham TLKM dalam lima tahun mendatang di Rp8.284,44 per unit saham. Sementara itu, harga wajar saat ini berada di level Rp4.958,18 dengan margin of safety 25,58%. "30% margin of safety berada di Rp3.470,72," ujarnya.

Dia melihat, saham TLKM di tahun 2018 ini, EPS-nya bisa tumbuh 12% dari EPS tahun 2017 sebesar Rp219 menjadi Rp245 di akhir tahun 2018 ini.

Lebih jauh dia menjelaskan, bidang usaha TLKM adalah menyediakan layanan telekomunikasi yang mencakup sambungan telepon kabel tidak bergerak dan telepon nirkabel tidak bergerak, komunikasi selular, layanan jaringan dan interkoneksi serta layanan internet dan komunikasi data.

"TLKM melakukan investasi pada infrastruktur dalam program Indonesia Digital Network (IDN) yang meliputi jaringan akses (id-Access), jaringan backbone (id-Ring) hingga data center dan platform digital (id-Con)," papar dia.

Jaringan fiber optik yang TLKM miliki terbentang dari Aceh hingga Papua, lanjut dia, menjadi pondasi pertumbuhan bisnis digital. "Jaringan kabel laut baik global maupun nasional yang menghubungkan benua Eropa, Asia dan Amerika," tuturnya.

Sementara itu, menurut Kiswoyo, jumlah Tower yang dimiliki oleh TLKM pada akhir 2017 sebesar 29.061 Tower, 38% dimiliki oleh Mitratel dan 62% dimiliki oleh Telkomsel. "Jumlah tower yang dimiliki TLKM 2x lebih banyak dari yang dimiliki oleh TOWR sebesar 14.854 tower," ungkap Kiswoyo.

Kemungkinan besar, kata dia, pada bulan Mei 2018 TLKM akan meluncurkan satelit terbarunya yaitu satelit Telkom 4. "Total investasi keseluruhan untuk Telkom 4 sebesar US$190 juta. Satelit Telkom 4 direncanakan membawa 60 transponder, sebanyak 36 transponder akan disewakan untuk kebutuhan domestik, sedangkan sisa 24 transponder akan dipasarkan untuk India," papar dia.

Satelit Telkom 4 dapat meningkatkan pendapatan dan net profit TLKM dari menyewakan transponder. "Pendapatan dan net profit TLKM juga diprediksi akan meningkat selama masa lebaran, hal ini terjadi dikarenakan meningkatnya kebutuhan akan penggunaan telepon dan data seluler selama bulan lebaran," imbuhnya. [jin]

Komentar

Embed Widget
x