Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 20:27 WIB
 

Dipicu Suriah, Minyak Dunia Menjauhi US$60/Barel

Oleh : - | Rabu, 18 April 2018 | 12:50 WIB
Dipicu Suriah, Minyak Dunia Menjauhi US$60/Barel
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, New York - Harga minyak dunia naik di akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB, 18/4/2018). Lantaran menguatnya pasokan serta ekuitas perusahaan di AS.

Patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, naik US$0,16 menjadi ditutup US$71,58 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik US$0,30 menjadi US$66,52 per barel di New York Mercantile Exchange.

"Itu tampak seolah-olah volatilitas, untuk sebagian besar, dihamburkan dan sebagian dari itu dapat dikaitkan dengan berkurangnya eskalasi dalam peristiwa-peristiwa selama akhir pekan, dan kami memiliki S&P yang sedikit lebih kuat hari ini," kata Brian LaRose, analis teknikal di United-ICAP seperti dilansir Reuters.

S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average, naik 1% pada Selasa (17/4/2018). Selama akhir pekan, AS dan sekutunya (Inggris dan Prancis), meluncurkan serangan udara di Suriah. Hal ini mendorong ekslasi kekhawatiran tentang keberlanjutan akses ke pasokan minyak mentah regional.

Muncul kekhawatiran akan pasokan minyak dunia, terkait kemungkinan sanksi AS yang diperbarui terhadap Iran, dan penurunan produksi di Venezuela yang bermasalah.

Brent meningkat 1,8% sepanjang April. Puncaknya pada minggu lalu menyentuh harga US$73,09 per barel. Ini merupakan harga tertinggi sejak 2014.

"Kenaikan ini murni karena risiko geopolitik dan jika sekarang kami belum memiliki stimulus lebih lanjut, kami melihat harga sedikit turun," kata ahli strategi komoditas Natixis, Joel Hancock.

Namun, para analis memperkirakan ketidakpastian atas kesepakatan nuklir Iran akan terus mendukung harga hingga 12 Mei, batas waktu yang diberikan Presiden AS Donald Trump kepada Kongres dan sekutu Eropa untuk memperbaiki kesepakatan.

Jika Washington tidak memperbarui pengurangan sanksi, Iran mungkin mengalami kesulitan mengekspor minyak mentah.

Namun demikian, antusiasme "bullish" atas prospek harga minyak, mungkin terganjal oleh peningkatan pasokan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk minyak mentah AS.

"Kami telah melihat bahwa `spread` kontrak Mei-Juni di WTI berayun kembali ke contango (harga berjangka berada di atas harga spot) yang diharapkan hari ini. Dan itu agak bearish ... itu menyiratkan berlanjutnya tren kenaikan dalam pasokan minyak mentah Cushing," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates.

"Tidak banyak volatilitas hari ini, karena kami menunggu data API dan EIA," kata Ritterbusch.

American Petroleum Institute akan menerbitkan data persediaan mingguan AS pada Selasa sore waktu setempat, sementara data dari Badan Informasi Energi AS (EIA) akan dirilis Rabu waktu setempat. "Jika kita bisa ... bergerak lebih tinggi besok ,itu akan menjadi tanda yang konstruktif," kata LaRose.

"Kami ingin melihat tindak lanjut untuk memastikan bahwa ini adalah jeda dan bukan pengelabuan," katanya. [tar]

Komentar

 
x