Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 23:04 WIB

PTPP Garap Proyek Listrik di Aceh Senilai Rp2,2 T

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 17 April 2018 | 18:01 WIB

Berita Terkait

PTPP Garap Proyek Listrik di Aceh Senilai Rp2,2 T
PT PP Properti Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp444 miliar sepanjang tahun 2017, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2018, Selasa (16/4/2018) perseroan memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp88 miliar atau sebesa - (Foto: Inilahcom/Fadil Djailani)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pembangunan Perumahan (PTPP) Persero (Tbk) melalui anak usahanya PT PP Energi akan membangun proyek infrastruktur di bidang ketenagalistrikan.

Proyek tersebut adalah proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Meulaboh, Provinsi Aceh.

Direktur Keuangan PT PP (Persero) Tbk, Agus Purbianto mengatakan proyek pembangunan PLTU dengan kapasitas 2X200 MW tersebut. Rencananya akan segara di mulai pertengahan tahun ini.

"Mulai pembangunan fisiknya pertengahan tahun ini," kata Agus usai acara Penandatanganan Akta Perjanjian Penerbitan Surat Berharga Berpetual (SBP) di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Agus menambahkan, untuk memulai pembangunan PLTU 2X 200 Megawatt tersebut di butuhkan sedikitnya investasi mencapai Rp2,2 triliun. Dan untuk mendapatkan tambahan modal PT PP melalui inisiasi PINA menerbitkan skema Surat Berharga Perpetual (SBP).

"Ini kita butuhkan untuk PLTU yang mau kita bangun dengan kapasitas 400 MW kita butuh Rp2,2 triliun, dengan SBP kita bisa dapat Rp1 trilun. Harapannya untuk Meulaboh ini bisa selesaikan dalam 3 tahun," tambah dia.

Dalam menerbitkan SBP tersebut PT PP di klaim sebagai BUMN pertama yang menerbitkan instrumen pembiayaan skema investasi Surat Berharga Perpetual (SBP) yang akan diterbitkan dalam bentuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).

Untuk tahap awal PT PP Menerbitkan sekriata Rp250 miliar RDPT yang akan di kelola oleh PT Ciptadana Asset Management. Dengan potensi penambahan mencapai Rp1,3 triliun yang rencananya akan di kelola oleh Danareksa Capital. [hid]

Komentar

x