Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 23:58 WIB

Laba PT Sarana Menara Nusantara Jadi Rp2,1 T

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 17 April 2018 | 17:17 WIB

Berita Terkait

Laba PT Sarana Menara Nusantara Jadi Rp2,1 T
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatat laba bersih cenderung stagnan per 31 Desember 2017 sebesar Rp2,1 triliun dari Rp2,13 triliun pada periode yang sama tahumn 2016.

Pendapatan perseroan juga naik tipis menjadi Rp5,3 triliun dari Rp5,05 miliar. Sedangkan beban usaha menjadi Rp456,9 miliar dari Rp435,7 miliar. Sedangkan EBITDA menjadi Rp4,6 triliun dari Rp4,4 triliun.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Selasa (17/4/2018). Untuk laba bruto menjadi Rp4,1 triliun dari Rp3,6 triliun. Sementara laba usaha menjadi Rp3,4 triliun dari Rp3,1 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan menjadi Rp2,8 triliun dari Rp2,4 triliun. Jadi laba bersih menjadi Rp2,1 triliun dari Rp2,13 triliun.

Total aset menjadi Rp18,76 triliun dari Rp18,78 triliun. Untuk total liabilitas menjadi Rp11,66 triliun dari Rp12,82 triliun.

Pada 2017 jumlah menara mengalami peningkatan hampir 300 tower menjadi 14.854 menara pada akhir 2017. Jumlah tenancy atau operator yang menyewa di menara-menaranya mencapai 25,011 didukung oleh order 1.591 tenancy yang berhasil selesai dikerjakan selama 2017.

TOWR adalah emiten yang berusaha dalam bidang jasa kecuali jasa di bidang hukum dan pajak dan melakukan investasi pada perusahaan lain. Bidang usaha utama TOWR dan Anak Usaha adalah penyewaan menara dan pemancar.

Saat ini, investasi utama Sarana Menara Nusantara Tbk adalah kepemilikan 99,999% atas saham yang beredar dari PT Profesional Telekomunikasi Indonesia ("Protelindo"), sehingga sebagian besar kegiatan usaha TOWR dijalankan oleh Protelindo.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Sarana Menara Nusantara Tbk, yakni PT Sapta Adhikari Investama (pengendali) (32,72%). Saham PT Sapta Adhikari Investama dimiliki oleh PT Tricipta Mandhala Gumilang sebesar 51% dan PT Caturguwiratna Sumapala sebesar 49%.

Komentar

x