Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 April 2018 | 06:06 WIB
 

Perekonomian China Tumbuh 6,8% Lampaui Ekspektasi

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 17 April 2018 | 09:57 WIB
Perekonomian China Tumbuh 6,8% Lampaui Ekspektasi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Beijing - Perekonomian Cina tumbuh 6,8 persen pada kuartal pertama 2018. Demikian laporan biro statistik, Selasa (17/4/2018).

Itu melampaui perkiraan konsensus 6,7 persen pertumbuhan tahun ke tahun untuk kuartal ini. Angka tersebut menandai kuartal ketiga berturut-turut sebesar 6,8 persen pertumbuhan untuk ekonomi terbesar kedua di dunia.

"Meskipun angka utama sinyal awal yang kuat untuk tahun untuk China, akan ada "roll turun dalam pertumbuhan ke depan," kata David Fernandez, kepala ekonom Asia di Barclays seperti mengutip cnbc.com.

"Hal itu karena investasi real estat diperkirakan akan moderat karena pemerintah bertujuan untuk mengekang spekulasi yang berlebihan di sektor ini," kata Fernandez kepada CNBC.

Sementra Sian Fenner, ekonom di Oxford Economics mengatakan mereka mencoba untuk mengurangi ekonomi, mereka juga mencoba untuk memerintah di beberapa pertumbuhan kredit itu.

"Pengetatan kebijakan moneter dan ekspor masih cukup mendukung pertumbuhan tetapi tidak cukup mempercepat pada kecepatan yang sama," akan mempengaruhi pertumbuhan pada 2018," Fenner mengatakan menjelang rilis data.

Perkiraan PDB setahun penuh Oxford Ekonomi untuk China adalah 6,4 persen. Perkiraan ini merupakan tanda centang dari sekitar 6,5 persen yang ditargetkan oleh Beijing.

Perekonomian China tumbuh 6,9 persen pada 2017, mengalahkan target resmi sekitar 6,5 persen sebagian karena pemulihan global yang sinkron.

Pertumbuhan China yang kuat tahun lalu terjdi meskipun ada kekhawatiran yang meluas tentang risiko keuangan di raksasa Asia Timur. Hal ini di tengah restrukturisasi ekonomi yang dipimpin pemerintah.

Ekonomi terbesar kedua di dunia telah berjuang melawan utang selama bertahun-tahun. Ini karena mencoba menyeimbangkan stabilitas ekonomi terhadap potensi kejatuhan dari perlambatan yang tajam.

Risiko terhadap ekonomi China pada 2018 termasuk proteksionisme perdagangan karena pemerintahan Presiden AS, pemerintahan Donald Trump, giginya untuk mengatasi kesenjangan perdagangan yang menguap antara kedua negara.

Komentar

 
x