Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 23:05 WIB
Hightlight News

Lima Saham Bekal Sepekan ke Depan

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 16 April 2018 | 02:30 WIB

1. Sentimen Warnai IHSG Sepekan

2. Arah IHSG Sepekan ke Depan

1. Sentimen Warnai IHSG Sepekan

 

Mulai adanya aksi beli meski tipis dapat membuat laju IHSG bergerak positif. Kenaikan terjadi setelah pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali masuk. Akan tetapi, kenaikan yang sempat terjadi itu pun terimbangi dengan pelemahan yang terjadi dalam 2 hari terakhir perdagangan.

Pergerakan IHSG di pekan kemarin menguat 1,54 persen atau lebih baik dari pekan sebelumnya yang turun -0,23 persen. Adapun high level yang diraih mencapai 6380 di atas sebelumnya di 6250 dan level terendah yang dicapai mencapai 6178 dari sebelumnya 6137.

Pergreakan IHSG mampu mengalami kenaikan di awal pekan. Bahkan mampu melampaui perkiraan sebelumnya. Adanya kenaikan di bursa saham regional setelah pelaku pasar mengabaikan perseteruan perdagangan antara AS-Tiongkok sehingga dimanfaatkan untuk kembali masuk. Kembali meningkatnya aksi beli pada saham-saham big caps turut membantu IHSG kembali ke jalur hijaunya.

Laju positif masih terjadi dimana pelaku pasar kembali mencoba memanfaatkan kondisi pasar untuk kembali masuk dengan peningkatan aktvitas beli. Kondisi sejumlah pasar saham Asia yang bergerak positif turut membantu penguatan IHSG.

Masih adanya imbas positif dari pergerakan bursa saham global yang merespon pidato Presiden Xi yang akan membuat ekonomi Tiongkok lebih terbuka dan sentimen positif dari dalam negeri a.l resminya pembentukan holding dan rilis ADB terkait perkiraan ekonomi Indonesia yang bertumbuh 5,3 persen serta lainnya direspon positif.

Adanya sentimen positif dari laporan Bank Dunia terhadap potensi bertumbuhnya ekonomi Asia Timur dan Pasifik dimana Indonesia termasuk negara yang diproyeksikan akan mengalami peningkatan pertumbuhan di tahun ini, tidak juga dapat menghalangi aksi jual masif pelaku pasar. Aksi jual kembali muncul setelah terimbas pelemahan bursa saham global yang merespon negatif pernyataan Trump dalam Twitter-nya terkait ejekan maupun sindiran ke Rusia terhadap Suriah.

Di sisi lain, dari dalam negeri juga terdapat sentimen yang menahan potensi kenaikan IHSG a.l rilis Survey Bank Indonesia yang mengatakan Pada kuartal I 2018, sektor konstruksi berada di level minus 0,52. Padahal di kuartal IV 2017, konstruksi tumbuh di level 0,03.

Sementara pada kuartal I 2017, konstruksi turun 0,35. Konstruksi yang menurun ini berbanding terbalik dengan pemerintah yang gencar melakukan pembangunan infrastruktur. Penurunan sektor ini diikuti beberapa sektor lainnya.

Asing mencatatkan nett sell Rp -1,59 triliun dari pekan sebelumnya nett sell Rp -1,41 triliun. Masih maraknya aksi jual membuat posisi transaksi asing menjadi net sell dimana hingga pekan kemarin membuat nilai transaksi asing tercatat jual bersih Rp 25,99 triliun di atas sebelumnya yang masih net sell Rp 24,39 triliun (YTD).

1 2 3 4 5 6 7

Komentar

x