Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 April 2018 | 05:39 WIB
 

Pasar Uang Khawatir Perang Rusia-AS di Suriah

Oleh : - | Kamis, 12 April 2018 | 20:40 WIB
Pasar Uang Khawatir Perang Rusia-AS di Suriah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (12/4/2018) sore, bergerak melemah sebesar 19 poin menjadi Rp13.769 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.750 per dolar AS.

"Pelaku pasar masih berhati-hati di tengah meningkatnya kekhawatiran perang Rusia-AS di Suriah. Dalam situasi ini pasar menahan diri dan menempatkan dananya pada mata uang safe haven seperti dolar AS," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar uang memanfaatkan momentum untuk mengakumulasi dolar AS setelah rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) lebih "hawkish" terhadap suku bunga acuannya.

"Pernyataan bernada hawkish menjadi pemicu aksi investor membeli dolar AS," katanya.

Ia menambahkan bahwa seiring dengan sinyal The Fed yang hawkish, pejabat The Fed sepakat untuk merevisi proyeksi angka pertumbuhan produk domestik bruto dari 2,5 persen menjadi 2,7 persen pada 2018 Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menambahkan bahwa risalah FOMC yang dipublikasikan mengkonfirmasi outlook ekonomi AS yang menguat dan inflasi yang diperkirakan bisa mencapai target dalam beberapa bulan ke depan.

"Proyeksi itu membuat hampir semua petinggi The Fed setujui kebijakan moneter ketat secara bertahap, namun sebagian saja yang menilai kenaikan suku bunga akan 'slightly steeper' yang artinya kemungkinan the Fed tidak akan terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga," katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (12/4) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi Rp13.763 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.747 per dolar AS. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x