Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Juni 2018 | 16:40 WIB
 

Harga Sawit Naik, Pendapatan AALI Lompat 22,6%

Oleh : - | Selasa, 10 April 2018 | 16:09 WIB
Harga Sawit Naik, Pendapatan AALI Lompat 22,6%
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kinerja positif PT Astra Agro Lestari Tbk (Perseroan) sepanjang 2017 memberi berkah untuk pemilik sahamnya.

Capaian nan kemilau ini ditopang kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) dari perkebunan inti dan plasma, meningkatnya pembelian buah dari pihak ketiga, serta kenaikan harga jual rata-rata minyak sawit mentah (CPO) Perseroan.

Produksi TBS dari kebun-kebun Inti dan Plasma/KKPA naik 7,2% dari total 4,87 juta ton pada 2016, menjadi 5,23 juta ton pada 2017. Selain pasokan buah dari kebun inti dan plasma, perseroan mencatat peningkatan pembelian TBS dari pihak ketiga yang tumbuh 6,0%, dari 2,54 juta ton (2016) menjadi 2,69 juta ton (2017). Kenaikan produksi TBS dari kebun inti dan plasma serta kenaikan pembelian TBS dari pihak ketiga, mendorong peningkatan produksi CPO sebesar 5,1%. Dari 1,55 juta ton pada 2016 menjadi 1,63 juta ton pada 2017.

Kinerja operasional yang positif, berdampak pada pembukuan kinerja keuangan yang baik. Sepanjang 2017, perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 22,6% menjadi Rp 17,30 triliun. Sementara 2016, pendapatan bersih sebesar Rp 14,12 triliun.

Selain produktivitas yang terus membaik, kinerja keuangan yang positif ini juga didorong oleh kenaikan harga rerata penjualan CPO pada 2017 naik 6,5%, dari Rp7.768/kg (2016) menjadi Rp8.271/kg (2017). Secara konsisten, perseroan tetap menjalankan program-program efisiensi di seluruh lini operasional yang juga memberikan dampak positif secara keuangan sehingga Astra Agro dapat menghasilkan laba operasional 2017 sebesar Rp3,0 triliun, bertumbuh 14,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Walaupun secara laba bersih 2017, perusahaan berkode saham AALI ini membukukan Rp2,0 triliun, setingkat pencapaian tahun lalu, terutama karena 2017 Astra Agro tidak lagi menikmati keuntungan selisih kurs mata uang asing.

Perseroan tetap optimistis sektor perkebunan kelapa sawit akan terus tumbuh positif. Perseroan juga terus melakukan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan melakukan diversifikasi usaha yang masih terkait dengan usaha utama Perseroan. Selain fokus di sektor perkebunan kelapa sawit, Perseroan terus mengembangkan usaha produk hilir sawit, pengoperasian pabrik percampuran pupuk NPK (Fertilizer Blending Plant), serta integrasi sawit-sapi. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x