Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Juni 2018 | 10:23 WIB
 

Perang Dagang AS-China Bikin Gejolak Wall Street

Oleh : - | Sabtu, 7 April 2018 | 16:30 WIB
Perang Dagang AS-China Bikin Gejolak Wall Street
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, New York - Saham-saham di Wall Street melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB, 7/4/2018). Dow Jones sempat jatuh lebih dari 700 poin. Karena meningkatnya ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 572,46 poin atau 2,34%, menjadi ditutup di 23.932,76 poin. Indeks S&P 500 turun 58,38 poin, atau 2,19% menjadi berakhir di 2.604,46 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 161,44 poin atau 2,28% menjadi 6.915,11 poin.

Indeks VIX, yang mengukur ekspektasi pasar terhadap volatilitas masa depan, melonjak 13,09 menjadi 21,42 pada akhir perdagangan.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (5/4/2018) mengancam akan mengenakan tarif sebesar US$100 miliar untuk produk impor asal Tiongkok. Kebijakan ini eningkatkan ketegangan perdagangan dan menjerumuskan pertumbuhan ekonomi ke dalam ketidakpastian.

Tiongkok akan melawan "dengan biaya berapa pun" dan mengambil "tindakan pencegahan komprehensif" jika Amerika Serikat melanjutkan praktik-praktik proteksionisnya secara sepihak, kata juru bicara Departemen Perdagangan Tiongkok, Jumat (6/4/2018).

Tindakan itu dilakukan setelah kedua belah pihak awal pekan ini meluncurkan daftar produk senilai US$50 miliar yang diimpor dari masing-masing pihak, yang akan dikenakan tarif lebih tinggi.

Para investor juga memperhatikan pidato terbaru Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang pada Jumat (6/4/2018), mengatakan, bank sentral kemungkinan menaikkan suku bunga untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

"Saham-saham AS berada di bawah tekanan karena tingkat suku bunga AS yang lebih tinggi dan peningkatan tarif-tarif perdagangan dikombinasikan dengan pelemahan bersejarah pemimpin pasar Amazon, Tesla dan Facebook," Brendan Ahern, Chief Investment Officer, Krane Funds Advisors, LLC. Demikian laporan dari kantor berita Xinhua.

Laporan lapangan pekerjaan non-pertanian yang mengecewakan juga membuat sentimen investor tertekan. Total lapangan pekerjaan non-pertanian naik sebesar 103.000 pada Maret, jauh di bawah perkiraan pasar untuk peningkatan 193.000 pekerjaan, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Jumat (6/4/2018). Tingkat pengangguran tidak berubah pada 4,1% pada Maret.

Di pasar lain, dolar AS turun terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (6/4/2018). Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,39% menjadi 90,106 pada akhir perdagangan.

Sementara itu, harga minyak juga jatuh pada Jumat (6/4), karena ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat menghambat sentimen para investor.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun US$1,48, menjadik menetap di US$62,06 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni kehilangan US$1,22, menjadi ditutup pada US$67,11 per barel di London ICE Futures Exchange. [tar]

Komentar

 
x