Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 08:50 WIB

Perang Dagang AS-China Bikin Emas Makin Berkilau

Oleh : - | Sabtu, 7 April 2018 | 15:38 WIB
Perang Dagang AS-China Bikin Emas Makin Berkilau
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Chicago - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, ditutup naik pada Jumat (Sabtu pagi WIB, 7/4/2018). Investor beralih ke safe-haven dampak ketegangan perdagangan AS-China (Tiongkok).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni menambahkan US$7,6, atau 0,57% menjadi US$1.336,1 per ounce.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (5/4/2018), mengancam akan menjatuhkan tarif sebesar US$100 miliar untuk produk impor asal Tiongkok. Kontan saja, ketegangan perdagangan ini berdampak luar biasa. Ketidakpastian pertumbuhan ekonomi dunia makin menjadi-jadi.

Namun Tiongkok akan melawan "dengan biaya berapa pun" dan mengambil "tindakan pencegahan komprehensif" jika Amerika Serikat melanjutkan praktik-praktik proteksionisnya yang sepihak, kata juru bicara Departemen Perdagangan Tiongkok, Jumat (6/4).

Tindakan itu dilakukan setelah kedua belah pihak awal pekan ini meluncurkan daftar produk senilai US$50 miliar yang diimpor dari masing-masing pihak, yang akan dikenakan tarif lebih tinggi.

Para analis mencatat bahwa sifat "safe haven" dari logam mulia menarik bagi para investor, memberikan dukungan terhadap emas selama sesi perdagangan.

Harga emas juga mendapat dukungan dari dolar AS yang lebih lemah. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,39% menjadi 90,10 pada pukul 19.30 GMT.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik. Karena, emas yang dihargakan dalam dolar AS akan menjadi lebih murah bagi para pemegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 0,7 sen AS atau 0,04%, menjadi menetap di US$16,362 per ounce. Platinum untuk penyerahan Juli, naik US$2,2 atau 0,24% menjadi ditutup pada US$917,5 per ounce. Demikian laporan dari kantor berita Xinhua. [tar]

Komentar

x