Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 02:11 WIB
 

Kelola Aset Pertagas

Laba PGAS Diramalkan Moncer di 2019

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Selasa, 3 April 2018 | 01:01 WIB
Laba PGAS Diramalkan Moncer di 2019
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Danareksa Sekuritas sebagai konsultan yang diminta pemerintah menyusun Buku Putih Pembentukan Holding BUMN Migas meramalkan kinerja PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk bakal meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Hal tersebut bisa terjadi setelah PGN resmi beroperasi penuh sebagai ujung tombak bisnis gas bumi dari PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan induknya.

Dikutip dari bagian proyeksi keuangan Pertamina dan PGN yang terdapat pada halaman 31 Buku Putih Senin (2/4/2018), Danareksa menghitung pendapatan PGN tahun 2019 berpotensi melesat naik jadi US$3,36 miliar dibandingkan realisasi pendapatan tahun buku 2017 sebesar US$2,97 miliar.

Bukan hanya pendapatan usaha, laba bersih PGN juga diramal kembali berada di jalur yang menanjak tahun depan setelah lima tahun belakangan mengalami penurunan karena banyak menjalankan penugasan dari Pemerintah.

Danareksa menyebut pada 2019, perusahaan yang dipimpin oleh Jobi Triananda Hasjim mampu mengantongi laba bersih US$205 juta. Angka tersebut bertambah 43,25% dibandingkan realisasi laba bersih tahun lalu sebesar US$143,1 juta.

Kinclongnya kinerja emiten berkode saham PGAS, diyakini Danareksa bakal berlanjut pada 2020 dan 2021 mendatang. PGN diproyeksi bisa memperoleh pendapatan US$3,65 miliar dan mencetak laba bersih US$ 352 juta pada 2020.

"Pada 2021, pendapatan PGN bisa mencapai US$ 4,38 miliar dengan laba bersih sebesar US$ 369 juta," bunyi riset Danareksa.

Danareksa menjelaskan, peningkatan kinerja keuangan PGN yang signifikan disebabkan oleh ditetapkannya perusahaan sebagai subholding gas dalam kerangka holding BUMN migas. Dengan penetapan sebagai subholding gas, PGN bakal mengelola seluruh aset PT Pertamina Gas (Pertagas) yang secara simultan akan dialihkan kepada PGN.

Pada bagian Supply Chain dan Pembagian Kewenangan Holding Migas yang terdapat pada Buku Putih, dijelaskan bahwa PGN akan memperoleh beberapa kewenangan sebagai subholding. Diantaranya adalah: PGN akan berkontrak langsung dengan pemasok gas; kemudian pada tahap pemrosesan dan pengiriman PGN akan melakukan proses regasifikasi; lantas pada tahap transportasi dan distribusi gas, semua kontrak penjualan gas serta pipa transmisi dan distribusi akan dialihkan dan menjadi milik PGN.

Dengan pengalihan aset tersebut, PGN bakal mengelola dan mengintegrasikan infrastruktur gas bumi milik Pertamina dan Pertagas seperti Arun LNG Regasification unit dengan kapasitas 400 MMSCFD, Aceh & North Sumatera Gas Pipeline sepanjang 614,7 km, Duri Dumai Gas Pipeline sepanjang 70 km.

Ada juga South Sumatera Gas Pipeline sepanjang 671 km, West Java Gas Pipeline yang membentang 532 km, Kalimantan Gas Pipeline sejauh 65,7 km, East Java Gas Pipeline sepanjang 494,21 km, Porti - ORF Semare Gas Pipeline dengan panjang 8 km, serta Gresik - PKG Looping Gas Pipeline sejauh 70 km. Bertambahnya jumlah aset yang dikelola PGN, hal tersebut otomatis meningkatkan potensi pendapatan perusahaan. [jin]

Komentar

x