Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 02:16 WIB
 

BTN Mulai Lirik Pembiayaan Rumah Komersial

Oleh : - | Senin, 2 April 2018 | 15:05 WIB
BTN Mulai Lirik Pembiayaan Rumah Komersial
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Palembang - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membidik sektor pembiayaan rumah komersial seiring dengan mulai menggeliatnya perekonomian pada 2018.

Kepala BTN Cabang Palembang M Adrian Syarhbandi di Palembang, Senin (2/4/2018), mengatakan penjualan dan pembiayaan rumah komersil diakui lesu sejak beberapa tahun terakhir di Sumsel karena pengaruh penurunan harga komoditas karet, namun pada 2018 ini mulai ada perbaikan meski tidak sebaik tahun 2011-2012.

"Kami melihat ada peluang di pembiayaan rumah komersil, dan diperkirakan akan menanjak tahun 2018 ini karena di Sumatera Selatan khususnya ekonomi sedang membaik karena ada pengaruh Asian Games yang akan digelar tahun ini," kata dia.

Ia mengatakan BTN memproyeksikan pembiayaan sekitar 2.000 rumah komersil untuk wilayah Palembang tahun ini dengan mengandeng 30 pengembang.

Rumah dengan harga jual di bawah Rp500 juta atau di atas harga perumahan bersubsidi ditawarkan dengan suku bunga kredit hanya 4,67 persen.

"Selain mendapatkan suku bunga kredit yang rendah, kami juga menyediakan aplikasi digital solution pada menu Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk memudahkan konsumen memilih. Jadi bisa mengetahui rumah mana yang sedang dibangun maupun yang akan dibangun," kata dia.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Re Estate Indonesia (REI) Sumsel Haryadi Begawan mengatakan bahwa terjadi kelesuhan di segmen rumah mewah karena dampak pelemahan daya beli masyarakat.

"Bisnis properti khusus rumah mewah mengalami penurunan hingga 40 persen pada tahun 2015 dan pada tahun ini belum menunjukkan perbaikan. Dalam program satu juta rumah, pada tahun ini, REI Sumsel ditargetkan menjual rumah komersil sebanyak 1.500 unit," kata dia.

Untuk itu, REI mengharapkan pemerintah membangkitkan bisnis pengembangan rumah mewah ini dengan memberikan kemudahan dalam perizinan.

Terkait dengan pelemahan sektor rumah mewah ini, menurutnya telah membuat kalangan pebisnis perumahan kelas menengah dengan harga berkisar Rp1 miliar per unit ini, mulai menjajal rumah murah yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

"Banyak pengembang memutuskan untuk menghentikan proyek rumah mewahnya, dan mulai membidik pembangunan rumah murah agar aliran dana perusahaan tetap jalan," kata dia. [tar]

Tags

Komentar

x