Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 18:49 WIB

Indosat Ooredoo Bukukan Laba 2017 Rp1,1 Triliun

Oleh : - | Jumat, 30 Maret 2018 | 11:28 WIB
Indosat Ooredoo Bukukan Laba 2017 Rp1,1 Triliun
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) yang berkode saham ISAT membukukan pertumbuhan kuat dan positif selama tahun 2017. Emiten memantapkan posisinya sebagai operator telekomunikasi kedua terbesar di Indonesia.

"Selama tiga tahun berturut-turut perusahaan membukukan pertumbuhan positif yang menggembirakan, dan tahun ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun atau naik sebesar 2,8 persen," kata President Director & CEO Indosat Ooredoo Joy Wahjudi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (30/3/2018).

Melanjutkan pertumbuhan pendapatan yang baik tahun 2016, pada tahun 2017 Indosat Ooredoo menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang semakin sehat dan stabil sebesar 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perusahaan telah mengantisipasi kenaikan ini sesuai dengan pertumbuhan industri dan performa perusahaan yang sangat baik sejak tahun 2016. Pada tahun lalu, perusahaan juga membukukan pendapatan konsolidasi perusahaan sebesar Rp29,9 triliun, utamanya didukung oleh pertumbuhan pendapatan segmen B2B atau MIDI hampir 10 persen dan seluler sebesar 1,7 persen.

Hal ini menunjukan konsistensi perusahaan yang fokus pada strateginya dan keberhasilan menjalankan program transformasi operasional dan organisasi selama 2017.

Pendapatan dari layanan data seluler juga tumbuh pesat sebesar 40,2 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp14,5 triliun yang berasal dari pertumbuhan pengguna smartphone. Pada akhir tahun 2017 Indosat Ooredoo memiliki 73 juta pengguna smartphone.

Kontribusi pendapatan data seluler pada tahun 2017 mencapai sekitar 60 persen terhadap total pendapatan seluler.

Dia mengatakan pula, selain berhasil menaikkan laba bersih perseroan, pertumbuhan Indosat Ooredoo juga ditopang oleh efisiensi beban keuangan.

Total utang dari pinjaman bank dan obligasi pada tahun 2017 juga mengalami penurunan sebesar 3,3 persen atau berkurang sebesar Rp660,2 miliar dibanding tahun 2016, dengan tingkat bunga mengalami penurunan sekitar 0,36 persen poin.

Porsi utang dalam denominasi dolar AS turun sebesar 49,9 persen dari 180,1 juta dolar AS (mewakili 12,1 persen dari total utang) pada tahun 2016 menjadi sebesar 90,3 juta dolar AS (mewakili 6,3 persen dari total utang) pada tahun 2017.

"Perusahaan telah berhasil mengurangi pengaruh fluktuasi nilai tukar dolar AS," katanya lagi.

Sebagai bagian dari strategi keuangan, pada awal bulan November 2017, perusahaan telah selesai menerbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Indosat II Tahap II dengan dana penerbitan sebesar Rp3,42 triliun.

Dukungan atas ekspansi dan strategi ke depan, Joy menjelaskan, perusahaan akan terus menambah jumlah BTS dan meningkatkan layanan kepada pelanggan.

Indosat Ooredoo telah membangun 4.874 BTS tambahan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 51 persen di antaranya merupakan BTS 4G untuk menunjang pertumbuhan penggunaan data yang sangat tinggi.

Total jumlah BTS Indosat Ooredoo pada akhir tahun 2017 adalah 61.357 BTS. [tar]

Komentar

x