Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 02:14 WIB
 

Setelah IPO, Inilah Tekad JSKY

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 28 Maret 2018 | 10:59 WIB
Setelah IPO, Inilah Tekad JSKY
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PTSky Energy IndonesiaTbk secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (28/3/2018).

Setelah Initial Public Offering (IPO), perusahaan dengan kode emiten JSKY ini bertekad menjadi pemain kunci penyedia teknologi panel surya di Indonesia.

"Ini merupakan tonggakan penting JSKY untuk mencapai lebih dekat visi kami di masa depan dalam mengembangkan produk tanpa batas. Kami ingin jadi pemain kunci di negeri sendiri sebagai penyedia panel surya terbesar di Indonesia," kata Direktur Utama JSKY Jackson Tandiono di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Jackson mengungkapkan bahwa perusahaanya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang penyediaan teknologi panel surya pertama yang tercatat di BEI.

"Kami mempunyai strategi yang terencana untuk mengembangkan energi revolusi ke depannya," ungkap dia.

PTSky Energy IndonesiaTbk secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (28/3/2018).

Pada perdagangan saham pertama kali, PT Sky Energy Indonesia Tbk langsung terkena auto reject dari otoritas bursa lantaran kenaikan harga sahamnya melebihi ketentuan yang ada.

Pada perdagangan tersebut, saham JSKY tersebut langsung meroket ke level Rp600. Angka itu naik 200 poin atau 50% dari harga penawaran awal Rp400 per lembar.

Di level itu, saham JSKY ditransaksikan hanya 16 lot dengan nilai Rp960.000 dalam hanya 1 kali frekuensi transaksi.

Sebagai emiten ke-4 yang catatkan saham di BEI pada 2018. Perseroan yang bergerak di usaha pembangkit listrik ini menawarkan 203,25 juta saham dengan nilai nominal Rp100 ke publik lewat penawaran saham perdana atauinitial public offering(IPO).

Harga saham IPO perseroan Rp400. Jadi total dana yang diraup dari IPO sebesar Rp81,30 miliar.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal seperti membeli mesin dan peralatan, beli lahan serta menambah area produksi. Perseroan mencatatkan saham 1,01 miliar saham dengan komposisi jumlah saham yang ditawarkan 203,25 juta saham dan saham pendiri 813,01 juta saham.

Kapitalisasi pasar saham perseroan sebesar Rp406,50 miliar. Dalam perhelatan IPO, perseroan dibantu PT Mira Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Pemegang saham sebelumIPOantara lain PT Trinitan Global Pasifik sebesar 86,88 persen dan Hitachi High Technologies Pte Ltd sebesar 13,12%.

Setelah IPO dan pelaksanaan employee stock allocation (ESA), pemegang saham perseroan antara lain PT Trinitan Global Pasifik sebesar 69,50%, Hitachi High Tecnologies Pte Ltd sebesar 10,50%, publik 20 persen dan ESA sebesar 0,0002%. [jin]

Komentar

x