Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Juni 2018 | 10:31 WIB
 

WSKT dan JSMR Cari Pendanaan Divestasi lewat RDPT

Oleh : - | Selasa, 27 Maret 2018 | 13:32 WIB
WSKT dan JSMR Cari Pendanaan Divestasi lewat RDPT
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian BUMN mendukung PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencari sumber pendanaan lewat instrumen Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) untuk membiayai divestasi saham pada enam ruas tol yang dimiliki kedua perusahaan itu.

"Kedua BUMN Konstruksi ini harus kreatif menggali sumber-sumber pendanaan seperti RDPT, sehingga tidak hanya mengandalkan sumber pendanaan konvensional, seperti pinjaman perbankan," kata Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang, di Jakarta, Selasa.

Menurut Abe, panggilan akrab Ahmad Bambang, Jasa Marrga dan Waskita akan mendivestasikan sahamnya di enam ruas tol Trans Jawa.

Kementerian BUMN pun terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar bisa segera merampungkan berbagai prosesnya.

RDPT Waskita Karya sudah mendapat surat efektif dari OJK. Rencananya, anak usaha Waskita Karya akan mendivestasikan tiga ruas tol yang dimilikinya yakni Kanci - Pajagan, Pajagan - Pemalang, dan Pasuruan - Probolinggo.

"Investor yang berminat Taspen, Jamkrindo, Jasa Raharja, Asabri, Dana Pensiun BUMN dan beberapa perusahaan lain. Targetnya bisa peroleh dana kurang lebih Rp5 triliun," tuturnya.

Sementara untuk RDPT Jasa Marga prosesnya masih terus bergulir di OJK. Perseroan berencana melakukan divestasi saham di tiga entitas anak yakni PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), dan PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ). Ruas Tol yang ditawarkan yakni Batang - Semarang, Solo - Ngawi, dan Ngawi - Kertosono.

"Untuk Jasa Marga, hanya 20 persen kepemilikan yang ditawarkan dengan target perolehan dana sebesar Rp3 triliun," jelasnya.

Menurut Abe, langkah ini dilakukan untuk memperkuat keuangan perseroan mengingat keduanya sedang banyak berinvestasi. Instruken RDPT dinilai cocok bagi Jasa Marga dan Waskita Karya yang banyak berinvestasi pada proyek infrastruktur berskala besar.

"RDPT untuk menjaga 'covenant' dan 'profit' perusahaan agar tetap baik. Sebab kalau semua investasi sendiri lewat pinjaman bank, maka dalam jangka pendek profit perusahaan akan tertekan oleh bunga, sementara jalan tol yang sudah dikerjakan belum beroperasi," ujarnya. [tar]

Komentar

 
x