Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 12:14 WIB

Perang Dagang Global Mendekat, Wall Street Ambruk

Sabtu, 24 Maret 2018 | 14:00 WIB

Berita Terkait

Perang Dagang Global Mendekat, Wall Street Ambruk
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, New York - Saham Wall Street melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB, 24/3/2018). Dow merosot lebih dari 400 poin. Perang dagang dunia semakin dekat.

Ambruknya saham di Wall Street besar kemungkinan lantaran kebijakan Presiden AS, Donald Trump tentang tarif terhadap produk impor asal China (Tiongkok).

Tiga indeks utama di Wall Street kompak mengalami pelemahan. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 424,69 poin, atau 1,77%, menjadi ditutup 23.533,20 poin.

Sementara, Indeks S&P 500 turun 55,43 poin atau 2,10% menjadi 2.588,26 poin. Dan, Indeks Komposit Nasdaq turun 174,01 poin, atau 2,43% menjadi 6.992,67 poin.

Meskipun ada peringatan kuat dari kelompok bisnis dan pakar-pakar perdagangan, Trump pada Kamis (22/3) menandatangani memorandum yang dapat mengenakan tarif hingga US$60 miliar untuk produk impor asal China. Hal inilah yang diduga melahirkan aksi jual besar-besaran.

Berdasarkan memorandum tersebut, Trump telah mengarahkan Perwakilan Perdagangan AS, Robert Lighthizer, untuk menerbitkan daftar barang-barang Tiongkok yang diusulkan yang dapat dikenakan tarif dalam 15 hari, sementara Departemen Keuangan AS akan memiliki waktu 60 hari untuk mengusulkan pembatasan investasi Tiongkok di Amerika. Serikat.

Langkah itu mendorong persentase penurunan terbesar di tiga indeks saham utama Wall Street dalam enam minggu, dengan Dow merosot lebih dari 700 poin. Bisa jadi karena investor gelisah oleh skala tarif AS dan kemungkinan dampaknya terhadap perdagangan global.

Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat, dalam tanggapannya, mengatakan "Ini adalah tifikal tindakan proteksionisme perdagangan sepihak. Tiongkok sangat kecewa dan dengan tegas menentang tindakan semacam itu." Di sisi ekonomi, pesanan baru AS untuk barang-barang tahan lama yang diproduksi pada Februari meningkat US$7,4 miliar atau 3,1% menjadi US$247,7 miliar. Seperti dilangsir dari Departemen Perdagangan AS, Jumat (23/3/2018).

Dalam laporan terpisah, departemen melaporkan bahwa penjualan rumah baru keluarga tunggal di AS pada Februari 2018 berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 618.000 unit, yang 0,6% di bawah tingkat direvisi Januari 622.000 unit, tetapi 0,5% di atas perkiraan Februari 2017 di 615.000 unit. [tar]

Komentar

x