Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 02:29 WIB
 

Bank BTN Guyur Dividen Rp605 Miliar

Oleh : - | Sabtu, 24 Maret 2018 | 05:15 WIB
Bank BTN Guyur Dividen Rp605 Miliar
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membagikan dividen Rp605,49 miliar atau sebesar 20 persen dari laba bersih perseroan yang tercatat Rp3,027 triliun.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BTN yang digelar di Kantor Pusat BTN, Jakarta, Jumat, memutuskan nilai dividen per lembar saham sebesar Rp57,175 atau lebih tinggi dibandingkan dividen yang dibagian 2017 sebesar Rp49,459.

Dividen akan dibagikan ke pemegang saham yang berhak pada 24 April 2018.

"Dengan 'dividend pay out ratio' sebesar 20 persen, maka sebesar 80 persen laba ditahan perseroan atau setara dengan Rp2,421 triliun. Laba tersebut membuat Bank BTN memiliki modal tambahan untuk ekspansi kredit dan pengembangan usaha," kata Direktur Utama BTN Maryono.

Ia mengatakan penggunaan 80 persen laba bersih untuk ekspansi kredit dan usaha pada 2018 tidak lepas dari target 2018 yang dipasang bank yang sudah berdiri sejak 68 tahun itu.

Dengan pencapaian tahun 2017 yang berada di atas rata-rata perbankan nasional, maka Bank BTN tetap menjaga laju pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri, yaitu sebesar 22-24 persen.

Pada 2017, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 21,01 persen. Peningkatan target kredit didasari oleh suksesnya Program Sejuta Rumah yang makin diperkuat pada 2018, baik lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga, maupun Bantuan Uang Muka serta skema baru yang dibuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yaitu Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2PT).

Selain mematok pertumbuhan kredit yang tinggi, target DPK juga didorong tumbuh 19-22 persen. Sementara laba bersih diharapkan bisa tumbuh di atas 25 persen agar bisa mendorong peningkatan ekuitas sebesar 13-15 persen dibandingkan tahun 2017.

Untuk mencapai target tersebut, BTN sudah memasang setidaknya 9 strategi yaitu penguatan positioning di KPR dan construction value chain, struktur pendanaan dan rasio CASA, meningkatkan pendapatan non bunga, meningkatkan asset recovery dan efektivitas penagihan, memperkuat permodalan, perbaikan kualitas SDM, perkuat infrastruktur IT dalam rangka penguatan digital banking.

"Namun dalam strategi ini kami juga terus memperkuat manajemen risiko, dan yang juga penting adalah pertumbuhan organik dengan pembentukan anak usaha," ujar Maryono.

Selain menyetujui Laporan Tahunan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2017, penggunaan laba perseroan untuk tahun buku 2017, Rencana Aksi (Recovery Plan) perseroan, persetujuan perubahan Rasio Kecukupan Dana (RKD) Dana Pensiun Perseroan, perubahan Anggaran Dasar Perseroan dan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN tahap I tahun 2017, RUPST Bank BTN memutuskan perubahan pengurus perseroan.

RUPST Bank BTN juga memutuskan perubahan pengurus perseroan dengan memberhentikan dengan hormat Adi Setianto sebagai Direktur IT & Operation. RUPST kemudian mengangkat Andi Nirwoto sebagai Direktur IT & Operation. Sebelumnya Andi Nirwoto menjabat sebagai General Manager Operasional Teknologi Informasi Bank BNI.

Selain itu, RUPST juga mengubah nomenklatur jabatan anggota direksi perseroan dengan mengganti Direktur Collection Asset Management & Legal menjadi Direktur Collection & Asset Management, dan menambah jabatan Direktur Strategic Human Capital. Adapun jabatan Direktur Collection & Asset Management dipegang oleh Nixon L.P Napitupulu. Sementara untuk posisi Direktur Strategic Human Capital, RUPST mengangkat Yossi Istanto. RUPST juga memutuskan penambahan komisaris dengan mengangkat Parman Nataatmadja.

"Kami berharap kinerja perseroan akan lebih baik dengan kehadiran Andi Nirwoto dan Parman Nataatmadja sebagai bagian dari keluarga besar Bank BTN," kata Maryono.

Dengan demikian, susunan terbaru dari Direksi Bank BTN dan Komisaris Bank BTN adalah Direktur Utama Maryono, Direktur Finance & Treasury Iman Nugroho Soeko, Direktur IT & Operation Andi Nirwoto, Direktur Commercial Banking Oni Febriarto Rahardjo, Direktur Strategy, Compliance & Risk R Mahelan Prabantarikso, Direktur Collection, Aset Management & Legal Nixon L.P Napitupulu, Direktur Consumer Banking Budi Satria, Direktur Distribution & Network Dasuki Amsir, dan Direktur Strategic Human Capital Yossi Istanto.

Sementara, jajaran dewan komisaris adalah Komisaris Utama/Independen I Wayan Agus Mertayasa, Komisaris Independen Kamaruddin Sjam Komisaris Independen Arie Coerniadi, Komisaris Independen Arie Coerniadi, Komisaris Independen Lucky Fathul Aziz Hadibrata, Komisaris Independen Garuda Wiko, Komisaris Sumiyati, Komisaris Maurin Sitorus, Komisaris Iman Sugema, dan Komisaris Parman Nataatmadja. [tar]

Komentar

x