Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 03:43 WIB

Penurunan Beberapa Hari Terakhir

Pasar Saham Antisipasi Kebijakan Moneter AS

Oleh : - | Selasa, 20 Maret 2018 | 15:34 WIB
Pasar Saham Antisipasi Kebijakan Moneter AS
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir ini disebabkan antisipasi investor terhadap kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

"Penurunan IHSG tidak sendiri, bursa negara lain juga mengalami penurunan. Ini karena ada ketidakpastian kebijakan yang ditunggu oleh investor terutama dari Amerika Serikat," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

The Fed, lanjut Samsul Hidayat, memang tidak mudah untuk memutuskan suku bunganya agar aktivitas ekonomi tetap terkendali. Jika suku bunga dinaikkan terlalu tinggi maka aktivitas usaha di AS akan terganggu yang akhirnya menahan pertumbuhan ekonominya.

"Kalau suku bunga naik terlalu tinggi maka pengusaha di sana akan menjerit. Nah, kalau pengusaha menjerit mereka tidak efisien. Kalau tidak efisien maka AS tidak bisa menghasilkan tingkat perekonomian yang kompetitif dengan negara lain," katanya.

Menurut Samsul Hidayat, sentimen The Fed tidak akan terlalu berpengaruh terhadap pergerakan IHSG secara jangka panjang. Investor, terutama asing masih menilai Indonesia sebagai tempat tujuan investasi.

"Mereka punya kalkulasi sendiri. Sementara dana asing yang keluar dalam beberapa hari terakhir ini merupakan realisasi keuntungannya. Artinya, modal awalnya tetap ada disini," katanya.

Berdasarkan data BEI, sejak awal tahun hingga 19 Maret 2018 investor asing membukukan jual bersih atau "foreign net sell" sebesar Rp18,40 triliun.

Samsul Hidayat juga mengatakan bahwa penurunan IHSG tidak menyurutkan minat perusahaan di dalam negeri untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

"Kalau IPO kan rencana perusahaan yang sudah lama, dan sebagian dari mereka juga sudah melakukan presentasi marketing, mereka juga sudah punya semacam gambaran dan nilai IPO. Jadi saya kira harusnya tidak ada perubahan dari rencana mereka," ujarnya. [tar]

Komentar

Embed Widget

x