Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 05:22 WIB

TINS Lirik Smelter di Nigeria, Kok Jauh Banget Ya?

Oleh : - | Sabtu, 17 Maret 2018 | 04:09 WIB
TINS Lirik Smelter di Nigeria, Kok Jauh Banget Ya?
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Pangkalpinang - PT Timah (Persero) Tbk merencanakan pembangunan unit pengolahan dan pemurnian (smelter) bijih timah di Nigeria. Lho kok jauh?

"Dalam waktu dekat ini PT Timah sudah bisa memproduksi bijih timah dan membangun smelter di Nigeria," kata Direktur Pengembangan Usaha dan Niaga PT Timah (Persero) Tbk, Trenggono Sutioso dalam Focus Group Discussion (FGD) di Pangkalpinang, Jumat (16/3/2018).

Trenggono menjelaskan, penambangan bijih timah dan pembangunan smelter di Nigeria, merupakan tindaklanjut penandatangan perjanjian kerja sama antara PT Timah dengan Topwide Ventures Limited yang berkedudukan di Nigeria, pada 2017. "Ini langkah awal upaya PT Timah untuk melakukan ekspansi dan mendapatkan cadangan baru bijih timah di Nigeria," kata Trenggono.

Trenggono mengatakan, kerja sama dengan perusahaan Nigeria itu, merupakan salah satu upaya industri timah pelat merah berkode saham TINS itu, untuk mencari dan mendapatkan cadangan baru bijih timah.

"Sebagaimana diketahui untuk mendapatkan cadangan baru di IUP PT Timah maupun calon IUP dari IUP lain yang masih menjadi kendala untuk mendapatkan wilayah izin usaha pertambangan baru," kata Trenggono.

Kegiatan Fokus Group Discussion Kerja Sama Operasional P3GL dan PT Timah Tbk dihadiri Direktur Keuangan PT Inalum Persero, Oggy Achmad Kosasih, Ketua Badan Litbang ESDM Sutyyastoto, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Prof Syakhreza, Kepala P3GL Ir Hedi Hidayat M.Se, Fungsional Utama Badan Geologi Ir Aimin Tampubolon, Sekretaris Badan Litbang ESDM Ir Sujatmiko dan Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Litbang ESDM, Budisepta Zein.

"Kami berharap melalui kegiatan ini bisa didiskusikan IUP-IUP baru ini bisa didapatkan. Tanpa IUP baru maka akan sulit untuk meningkatkan produktivitas perusahaan," kata Sutioso. [tar]

Komentar

Embed Widget

x