Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 10:07 WIB

Investor di Bursa Sydney Gelisah Tarif Impor AS

Rabu, 14 Maret 2018 | 15:45 WIB

Berita Terkait

Investor di Bursa Sydney Gelisah Tarif Impor AS
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Sydney - Pasar saham Australia berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (14/3/2018), di tengah kekhawatiran dan kegelisahan para investor tentang langkah-langkah tarif AS terbaru.

Pada penutupan, indeks acuan S&P/ASX200 turun 39,4 poin atau 0,66 persen menjadi 5.935,3 poin, sementara indeks All Ordinaries yang lebih luas kehilangan 34,5 poin atau 0,57 persen menjadi 6.042,6 poin.

Penggantian Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dengan Kepala Badan Intelijen Pusat(CIA) Mike Pompeo meraih sebagian besar berita utama, namun laporan yang belum dikonfirmasi mengenai tarif AS hingga 60 miliar dolar AS pada barang-barang Tiongkok merupakan penyebab utama kekhawatiran para investor dan pasar global, kepala strategi pasar CMC Markets, Michael McCarthy mengatakan.

"Potensi eskalasi cepat ... sangat nyata dan berdampak pada perdagangan global dan oleh karena itu pertumbuhan global akan signifikan. Jadi para investor saham sangat berhati-hati hari ini di seluruh wilayah. Kami melihat semua pasar di bawah tekanan," kata dia.

Tekanan hari ini terjadi meski data ekonomi positif dari Tiongkok, kata McCarthy.

"Penjualan ritel secara luas sejalan namun produksi industri jauh lebih baik dari perkiraan. Jadi, kabar baik itu tidak cukup untuk mengangkat kawasan." "Tapi bagi para investor Australia, ini berarti beberapa kabar baik. Mereka melihat dukungan untuk komoditas-komoditas industri setelah data Tiongkok dirilis dan itu mengangkat sektor material dan berarti bahwa pasar Australia telah berakhir dari posisi terendahnya pada hari ini. Namun, kami juga melihat, meskipun terjadi reli di akhir, kenaikan dalam indeks volatilitas menunjukkan bahwa kegelisahan investor masih cukup tinggi bahkan pada saat penutupan." Bank-bank besar Australia berakhir melemah, dengan ANZ turun 0,53 persen, Commonwealth Bank tergelincir 0,65 persen, National Australia Bank kehilangan 1,22 persen dan Westpac turun 0,86 persen.

Raksasa pertambangan BHP Billiton merosot 0,11 persen, sementara saingannya Rio Tinto menambahkan 0,81 persen, dan penambang emas Newcrest turun 1,14 persen.

Sementara itu, raksasa minyak dan gas Santos kehilangan 1,42 persen, Oil Search tergelincir 0,14 persen dan Woodside Petroleum berakhir 0,28 persen lebih rendah.

Woolworths turun 1,24 persen dan jaringan supermarket saingannya Wesfarmers tergelincir 0,22 persen.

Maskapai nasional Qantas turun 1,00 persen, raksasa telekomunikasi Telstra jatuh 2,64 persen dan kelompok biomedis CSL kehilangan 0,99 persen. [tar]

Komentar

x