Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 15:14 WIB
Hightlight News

Lima Rekomendasi Saham Sepekan ke Depan

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 12 Maret 2018 | 07:38 WIB

1. Rupiah dan Perang Dagang Lemahkan IHSG

2. Arah IHSG Sepekan ke Depan

1. Rupiah dan Perang Dagang Lemahkan IHSG

 

Masih adanya kekhawatiran dari pelaku pasar terhadap makin melemahnya laju Rupiah dan potensi terjadinya perang dagang akibat kebijakan proteksionis AS memicu terjadinya aksi jual. Laju Rupiah yang belum membaik turut direspon negatif pelaku pasar.

Pergerakan IHSG di pekan kemarin berbalik melemah -2,26 persen atau di bawah dari pekan sebelumnya yang turun -0,57 persen. Adapun high level yang diraih mencapai 6607 di bawah sebelumnya di 6630 dan level terendah yang dicapai mencapai 6346 dari sebelumnya 6554.

Maraknya aksi jual membuat laju IHSG belum dapat beranjak dari zona merah di awal pekan. Tingginya aksi jual asing yang dibarengi dengan kembali melemahnya nilai tukar Rupiah dan negatifnya laju bursa saham Asia seiring berita negatif dari Tiongkok dan imbas pelemahan bursa saham Eropa menjadi sentimen yang menahan pergerakan IHSG.

IHSG masih di zona merah meski pergerakan sejumlah indeks saham Asia berada di teritori positif setelah terimbas penguatan bursa saham global sebelumnya. Pergerakan IHSG masih dalam fase penurunan seiring masih tingginya volume jual.

Masih berlanjutnya pelemahan nilai tukar Rupiah dan adanya rilis dari Bank Indonesia dimana keyakinan konsumen menurun sepanjang Februari 2018 memberikan tekanan pada IHSG. Di sisi lain, penurunan ini terjadi di tengah rencana Pemerintah yang memutuskan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar sampai 2019.

Harapan akan adanya pelemahan terbatas tampaknya tidak terjadi seiring masih maraknya aksi jual dan belum adanya indikator pembalikan arah naik. Di sisi lain, pergerakan bursa saham Asia yang kembali melemah seiring masih adanya kekhawatiran akan terjadinya perang dagang akibat kebijakan proteksionis Presiden Trump dan mundurnya salah satu penasihat dalam Komite Ekonomi Trump, serta pelemahan Rupiah turut melemahkan IHSG.

Pergerakan IHSG akhinya mampu memenuhi harapan untuk terjadinya pembalikan arah di tengah pesimisme akan terjadinya peluang rebound. Mulai adanya aksi beli tipis mampu mengangkat IHSG. Berlanjutnya kenaikan pada bursa saham Asia seiring imbas kenaikan bursa saham AS turut membantu membaiknya IHSG meski juga dibarengi dengan kembali melemahnya laju Rupiah.

Di akhir pekan, laju IHSG kembali melemah seiring masih adanya kekhawatiran akan makin melemahnya Rupiah.             

Asing mencatatkan nett sell Rp4,51 triliun dari pekan sebelumnya net sell Rp2,56 triliun. Masih maraknya aksi jual membuat posisi transaksi asing menjadi net sell di mana hingga pekan kemarin membuat nilai transaksi asing tercatat bersih bersih Rp 13,93 triliun di atas sebelumnya yang masih net sell Rp 9,41 triliun secara year to date.

1 2 3 4 5 6 7

0 Komentar

Kirim Komentar


Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x