Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 09:07 WIB

2017, Mandiri Syariah Raih Pertumbuhan Laba 12,22%

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 8 Maret 2018 | 14:27 WIB

Berita Terkait

2017, Mandiri Syariah Raih Pertumbuhan Laba 12,22%
(Foto: inilahcom/Ahmad Munjin)

INILAHCOM, Jakarta - Selama tahun 2017 Mandiri Syariah membukukan kinerja yang baik.Kinerja tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan di hampir semua indikator bisnis bank seperti aset, dana pihak ketiga (DPK), pembiayaan dan kualitas pembiayaan. Semua itu bermuara pada pertumbuhan laba Perusahaan.

"Alhamdullilah, kami bersyukur atas pencapaian tersebut dan berterimakasih kepadastakeholdersatas kepercayaannya kepada Mandiri Syariah," kata Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari dalam paparan kinerja 2017 di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Ketatnya kondisi ekonomi selama 2017, kata dia, turut meningkatkan persaingan dalam penghimpunandan penyaluran dana. Namun demikian,sampai dengan akhir Triwulan IV Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun Mandiri Syariah berhasil tumbuh sebesar 11,37% (year on year) atau meningkat sebesarRp7,95 triliun dari Rp69,95triliun per Desember 2016 menjadi Rp77,90triliun pada Desember 2017.

Dari total dana tersebut sebesar 51,80% atau Rp40,36 triliun merupakan dana murah (low cost fund) yang tumbuh 16,36% dibandingkan periode yang sama pada Desember 2016 yang sebesar Rp34,68 triliun.Komposisilow cost fundmeningkat dari 49,58% di Desember 2016 menjadi 51,80% di Desember 2017.

Pertumbuhan dana murah tersebut ditopang oleh Tabunganyang naik 13,13% menjadi Rp31,39 triliun per posisi Desember 2017 dari semula Rp27,75 triliun per posisi Desember 2016. Giro naik sebesar29,31% (year on year) menjadi Rp8,96triliun per posisi Desember 2017 dibandingkan posisi Desember 2016 sebesar Rp6,93 triliun.

Posisi tabungan Mandiri Syariah berada di peringkat sembilan perbankan nasional yang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Mandiri Syariah.

"Strategi penghimpunan dana ke depan adalah dengan terus meningkatkan komposisi dana murah yaitu tabungan dan girountuk menekan cost of fund," ungkap Toni.

Peningkatan DPK mendorong aset Mandiri Syariah per Desember 2017 naik 11,55% (yoy) menjadi Rp87,94triliun dibandingkan sebesar Rp78,83triliun per posisi Desember 2016.

Untuk pembiayaan, sampai dengan Kuartal IV 2017 Mandiri Syariahberhasil menyalurkan sebesarRp60,69 triliun atau tumbuh 9,20% dibanding Rp55,58 triliun pada Desember 2016.

Penumbuhan pembiayaan tersebut diimbangi dengan perbaikan kualitas pembiayaan yang tercermin dari penurunanNPF Nett turun dari3,13% menjadi 2,71%.

Sejalan denganrefocusingbisnis bank, segmen ritel mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi dibandingwholesale. Segmen ritel yang terdiri atas pembiayaan di bidang Konsumer, Pawning, dan UMKM tumbuh sebesar 11,48% semula Rp30,78 triliun menjadi Rp34,31 triliun.

Adapun pembiayaan segmencorporate tumbuh5,50% (year on year) semula Rp24,77 triliun menjadi Rp26,13 triliun. Untuk korporat, Mandiri Syariah membidik sector korporat Murni terutama terkait infrastruktur, BUMN, pendidikan, perkebunan, kesehatan dansupply chain.

Sementara untuk pembiayaan segmen UMKM, Mandiri Syariah memiliki portofolio sebesar 21,77%.

Fee Based Income juga tumbuh 9,67% menjadi Rp943 miliar dari semula Rp860 miliar.

Dengan perkembangan bisnis tersebut, kata dia, perseroan membukukan lababersihtahun 2017 sebesar Rp365miliar atau naik12,22% (yoy) dari semula Rp325miliar pada tahun 2016.

Pertumbuhan laba ditopang oleh meningkatnya margin bagi hasil bersih dan fee based income yang pada tahun 2017naik Rp701miliaratau secara tahunan tumbuh14,35%menjadi Rp5,58triliun.

Margin bagi hasil bersih tumbuh sebesar Rp617miliar atau15,35% (year on year) menjadi Rp4,64triliun dibandingkan Rp4,02 triliun. Pertumbuhan Margin Bagi Hasil Bersih tersebutdidorong olehpertumbuhan pembiayaan dan perbaikan kolektibilitas pembiayaan.

Di sisi lain, perusahaan dapat mengendalikan biayaoverhead yangnaik hanya0,26%.Laba operasional meningkat Rp692miliar atau tumbuh42,93% menjadi Rp2,30triliun, terutama karena peningkatan margin bagi hasil bersih danfee based income.

Mandiri Syariah merupakan satu-satunya bank syariah yang masuk Buku III dengan ekuitas sebesar Rp7,31triliun atau tumbuh 14,42% dibandingkanTriwulanIV tahun 2016 sebesar Rp6,39 triliun.

Pada akhir 2017 perusahaan induk yakni Bank Mandiri menyuntikkan setoran modal sebesar Rp500 miliar sehingga posisi modal disetor perusahaan pada tahun 2018 ini hampir Rp3 triliun.

Dengan penambahan modal tersebutCapital Adequacy Ratio(CAR)mencapai 15,86% mengalami peningkatan sebesar1,85% dibandingkan periode sebelumnya sebesar 14,01%. Dari sisi efisiensi dengan indikator CER pun Mandiri Syariah membaik yang berada di level 52,84%.

Ke depannya Mandiri Syariah akan terus mempertajam target segmen, memperbaiki bisnis model dan penyempurnaan kualitas layanan. "Kami juga bersyukur dapat bersinergi dengan induk perusahaan di dalam penetrasi pasar salah satunya melalui Layanan Syariah Bank (LSB) di outlet Bank Mandiri" kata Toni.

Saat ini Mandiri Syariah mulai masuk ke bisnis berbasis online melalui kerjasama dengan Tokopedia dan Bukalapak dalam bentuk fasilitas transaksi dan penawaran pembiayaan.

"Kami memang harus bersiap menghadapi perubahan masyarakat dan budaya termasuk di bidang keuangan," ucap dia.

Untuk itu, Mandiri Syariah akan terus bertransformasi, termasuk membuka sinergi dengan perusahaan atau e-commerce yang memiliki reputasi baik di masyarakat.

Dengan kinerja yang cukup baik, Mandiri Syariah bisa menggelar program mengalirkan berkah di mana program tersebut melibatkan 412 cabang BSM di seluruh Indonesia dengan total dana yang dikeluarkan mencapai Rp20,38 miliar dalam bentuk renovasi tempat ibadah, beasiswa atau bangunan sekolah.

Selain itu, untuk mendorong pariwisata, Mandiri Syariah pada 2017 meresmikan beroperasinya Masjid Al Amin Syariah Mandiri di desa Kinahrejo Yogyakarta. [jin]

Komentar

Embed Widget
x