Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 10:34 WIB
 

Inilah Alasan Startup Sulit IPO

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 8 Maret 2018 | 14:01 WIB
Inilah Alasan Startup Sulit IPO
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Perusahaan-perusahaan rintisan/starup akhir-akhir ini mengeluhkan betapa sulitnya untuk bisa masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) agar mencatatkan saham perdananya.

Sebut saja Go-Jek terkendala banyak aturan seperti status perusahaan yang masih mencatatkan kerugian. Lantaran masih mencatatkan kerugian Go-Jek masih 'pikir-pikir' untuk go-public.

Maka dari itu otoritas bursa berencana akan mengkaji ulang aturan-aturan listing bagi perusahaan starup. "Kita tengah melakukan kajian-kajian tertentu terkait dengan aturan listing perusahaan-perusahaan start up ini," kata Kepala Divisi Privatisasi, Start-up, dan Foreign Listing BEI, Saptono Adi Junarso di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Padahal, kata Sapto, minat dari perusahaan-perusahaan starup untuk melantai bursa cukup besar. Saat ini, kata dia, sudah ada 3 perusahaan rintisan yang memang berniat untuk Initial Public Offering (IPO), diantaranya Tokopedia, Bukalapak dan Go-Jek. "Mereka sudah berniat tapi timing-nya belum tepat," katanya.

Sapto mengungkapkan, terkait kajian-kajian aturan yang bakal dirubah bagi perusahaan starup antara lain dengan tidak hanya terpaku pada net tangible asset (NTA). Namun juga berasal dari revenue.

Saptono mengatakan bahwa hal ini masih dalam pembicaraan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Tidak cuma pake NTA, namun kami mengajukan, baru opsi saja ya, misalnya pakai revenue, atau memakai market cap," katanya.

Dia mengungkapkan opsi ini memang bukan hal baru. Apalagi sudah banyak digunakan di banyak otoritas bursa negara lain.

Selain itu, BEI juga sedang mempertimbangkan aturan soal perusahaan-perusahaan startup yang ingin mencatatkan diri namun masih mencatatkan kerugian. Saptono bilang, ada pertimbangan perusahaan tak harus memberi proyeksi dua tahun laba, namun proyeksi laba perusahaan dalam waktu tertentu menurut perusahaan.

Hal ini menjadi pertimbangan lantaran yang mengetahui model bisnis startup adalah startup itu sendiri. Nantinya, otoritas bursa yang akan mengawasi perusahaan tersebut. [hid]

Komentar

 
Embed Widget

x