Find and Follow Us

Jumat, 21 Juni 2019 | 04:48 WIB

Inilah Cara BKSW Atasi Kerugian Rp789 M

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 6 Maret 2018 | 15:01 WIB
Inilah Cara BKSW Atasi Kerugian Rp789 M
PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) melakukan perbaikan kinerja untuk mengatasi kerugian dengan menjual NPL atau kredit berkualitas rendah kepada BDFK Limited.

Perseroan per 31 Desember 2017 mencatat kerugian Rp947 miliar sebagai rugi operasional. Sedangkan rugi bersih perseroan sebesar Rp789 miliar. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Selasa (6/3/2018).

Kerugian tersebut sebagian besar karena pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN). Untuk itu dengan menjual NPL dan kredit berkualitas rendah ke BDFK Limited, perseroan yakin akan meningkatkan kinerja keuangan di tahun ini dan seterusnya.

BDFK Limited merupakan special purpose vihicle (SPV) pihak ketiga yang berlokasi di Cayman Island. BDFK bukan merupakan afiliasi dari Bank QNB Indonesia maupun QNB Group.

Hubungan afiliasi terjadi adalah QNB sebagai pemegang saham pengendali perseroan menerbitkan SBLC sebagai jaminan lunas atas obligasi yang diterbitkan dan diserahkan BDFK Limited ke perseroan sebagai pembayaran untuk pembelian NPL dan kredit berkualitas rendah dari perseroan.

Bank QNB Indonesia Tbk (dahulu Bank QNB Kesawan Tbk) (BKSW) didirikan 01 April 1913 dengan nama N.V Chungwha Shangyeh Maatschappij (The Chinese Trading Company Limited). Bank QNB Indonesia beberapa kali melakukan perubahan nama, antara lain, N.V Chungwha Shangyeh Maatschappij, Bank Kesawan Tbk, Bank QNB Kesawan Tbk, per 21 Oktober 2011, Bank QNB Indonesia Tbk, per 07 Nopember 2014.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bank QNB Indonesia Tbk, yaitu: Qatar National Bank Q.P.S.C (Qatari Public Shareholding Company) (pengendali) sebesar 90,96% dan Publik sebesar 9,04%.


Komentar

x