Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 14:53 WIB
 

Lindung Nilai Batasi Pengaruh Buruk Loyonya Rupiah

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 5 Maret 2018 | 06:01 WIB
Lindung Nilai Batasi Pengaruh Buruk Loyonya Rupiah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinilai ikut mempengaruhi sektor industri. Khususnya industri yang bahan mentahnya didapatkan dari impor.

"Ya mungkin industri yang terkait import, yang bahan baku atau bahan mentahnya dari import akan terpengaruh," kata Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual dalam sambungan telepon, Minggu (4/3/2018).

Selain itu, lanjut dia, yang terdampak signifikan adalah industri yang penghasilannya dalam mata uang rupiah namun mempunyai utang dalam bentuk dolar. Namun, tidak semua perusahaan mengalami hal itu.

"Dulu ada beberpa perusahaan telekomunikasi, yang penghasilannya dalam rupiah tapi banyak utang ataupun capek, capital expenditur-nya dalam dolar, itu banyak yang kena (pengaruh, red). Tapi, sekarang banyak yang melakukan lindung nilai sehingga mungkin pengaruhnya tidak singnifikan," ujar dia.

Namun begitu, kata dia, pelemahan rupiah ini masih dalam relatif range fundamental. Apabila rupiah kian melemah, dan dalam waktu yang lama, maka hal itu akan terasa di semua sektor.

"Kalau rupiah ke arah Rp14.000-15.000mungkin mereka harus menyesuaikan harga jual, sedangkan kalau harganya naik tentu berpengaruh ke permintaan produk mereka yang bisa mengganggu kinerja perusahaan mereka," ujar dia.

"Nah ini yang kita khawatirkan kalau di perbankan kan bisa berpengaruh kepada kredit macet. Makanya kalau saya lihat sih, kalau masih kisaran sekarang masih relatif oke, tapi kalau dia terus melemah dan persisten agak lama naiknya bisa mengganggu case flow dari perusahaan-perusahaan yang bertumpu pada bahan bakunya dari impor," lanjut dia.

Dengan begitu, pemerintah mesti turun ke pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. "Sebenarnga dari dulu kami mendorong pemerintah agar bisa memberikan intensif pada perusahaan yang orientasinya ekspor," ujar dia.

Diketahui, nilai tukar rupiah terancam semakin melemah dengan kebijakan moneter luar negeri Amerika Serikat yang ingin menaikkan suku bunga acuan.

Nilai tukar rupiah berada di level Rp13.746 terhadap dolar AS. Semula suku bunga AS pada 2015 ada di kisaran 0-0,25 persen. Saat ini, sudah sampai di kisaran 1,25-1,5 persen. [jin]

Komentar

 
x