Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 24 September 2018 | 18:10 WIB

Inilah Kinerja Wika Gedung di 2017

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 5 Maret 2018 | 00:19 WIB

Berita Terkait

Inilah Kinerja Wika Gedung di 2017
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Wijaya karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), pada tahun 2017, Pertumbuhan usaha di segmen pasar Pemerintah meningkat 828,69% dari Rp359 miliar di tahun 2016 menjadi Rp3,3 triliun pada tahun 2017.

Pertumbuhan tersebut dengan perbandingan pasar swasta dan Pemerintah masing-masing sebesar 46% dan 54%.

WEGE ingin mendominasi bidang konstruksi berbagai tipe, ukuran, dan kompleksitas dari proyek bangunan gedung. Perusahaan telah menyelesaikan lebih dari 154 proyek dengan nilai lebih dari Rp19 triliun dalam kurun waktu 9 tahun.

WEGE memiliki posisi strategis untuk mengambil peluang kebutuhan ruang (hunian, perkantoran, perbelanjaan, fasilitas pendidikan dan kesehatan) terutama yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, urbanisasi, pertumbuhan masyarakat berpenghasilan menengah dan dinamika struktur kependudukan

Perseroan mencatat laba bersih menjadi Rp295,75 miliar per 31 Desember 2017 dari Rp143,22 miliar pada periode yang sama 2016. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, akhir pekan lalu.

Pendapatan perseroan naik menjadi Rp3,8 triliun dari Rp1,9 triliun. Beban pokok penjualan menjadi Rp3,4 triliun dari Rp1,6 triliun. Laba kotor menjadi Rp463,77 miliar dari Rp236,71 miliar.

Beban usaha menjadi Rp56,37 miliar dari Rp41,07 miliar. Laba usaha menjadi Rp407,4 miliar dari Rp195,64 miliar. Pendapatn lain-lain menjadi Rp111,72 miliar dari Rp52,22 miliar.

Laba sebelum pajak menjadi Rp295,68 miliar dari Rp143,22 miliar. Untuk laba bersih Rp295,7 miliar dari Rp143,22 miliar.

WIKA Gedung adalah emiten yang bergerak dalam bidang industri konstruksi dan engineering jasa pemborongan dengan pola progres termin maupun turnkey/Build Operate Transfer (BOT), pengelolaan dan penyewaan gedung/kawasan niaga terpadu, perdagangan dan pemeliharaan peralatan serta material konstruksi dan engineering pada khususnya, pengembang realti, sebagai investor properti dan industri pendukung konstruksi bangunan gedung.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, yaitu: Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dengan persentase kepemilikan sebesar 69,30%.

Saham WEGE pada akhir pekan lalu ditutup di Rp280 per saham dari pembukaan di Rp282 per saham.

WEGE memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham WEGE (IPO) pada tanggal 20 Nopember 2017. Perseroan menawarkan kepada masyarakat sebanyak 2.872.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp290 er saham.

Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Nopember 2017.

Komentar

Embed Widget
x