Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 11:24 WIB

BI Sebut Mata Uang Garuda dalam Posisi Overshoot

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 3 Maret 2018 | 04:39 WIB

Berita Terkait

BI Sebut Mata Uang Garuda dalam Posisi Overshoot
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan, nilai tukar tukar rupiah terhadap US$ masuk area overshoot. Atau terdepresiasi yang cukup dalam di level Rp13.746 per US$.

Alasannya, kondisi normal nilai tukar mata uang Garuda terhadap mata uang Negeri Paman Sam itu berada di kisaran Rp13.200-Rp13.300 per US$. "Sebenarnya waktu kemarin trading di level Rp13.200-Rp13.300 itu, masih di level yang cocok. Jadi, kalau sekarang di level Rp13.600-Rp13.700, menurut kami sudah agak overshoot," kata Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Dengan kondisi ini, lanjut Mirza, BI akan segera menjalankan operasi moneter di pasar valuta asing (valas) dan Surat Berharga Negara (SBN).

"Para eksportir juga kami lihat sudah mulai masuk untuk menjual hasil ekspornya," ujar Mirza.

Berkaitan persepsi pasar, kata Mirza, bahwa bank sentral AS atau the Federal Reserve bakal menaikkan suku bunga empat kali di 2018, tidak akan serta merta berdampak kepada penaikan suku bunga BI 7-day Reverse Repo Rate. "The Fed sudah naikkan bunga lima kali, BI bisa saja menurunkan bunga delapan kali," ucapnya.

Selain itu, menurut Mirza, kebijakan BI tidak menaikkan BI 7-day Repo Rate juga didukung oleh current account deficit yang terjaga di bawah 2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)."Selama current account deficit di bawah 2,5 persen PDB, menurut kami sehat," kata Mirza. [ipe]

Komentar

x