Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 06:04 WIB
 

PT Garuda Catat Rugi hingga US$213,3 Juta

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 27 Februari 2018 | 15:03 WIB
PT Garuda Catat Rugi hingga US$213,3 Juta
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencatat kerugian hingga US$213,3 juta per 31 Desember 2017 dari laba US$9,3 juta pada periode yang sama 2016.

Padahal pendapatan usaha periode tersebut naik menjadi US$4,1 miliar dari US$3,8 miliar. Pendapatan ini berasal dari penerbangan terjadwal menjadi US$3,4 miliar dari US3,2 miliar. Penerbangan tidak terjadwal menjadi US$301,4 juta dari US$192,1 juta. Sedangkan pendapatan lainnya menjadi US$473,8 juta dari US$391,9 juta.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Selasa (26/2/2018). Untuk beban usaha menjadi US$4,2 miliar dari US$3,7 miliar.

Sedangkan rugi sebelum pajak menjadi US$158,1 juta dari laba sebelum pajak mencapai US$17,7 juta. Beban pajak menjadi US$55,2 juta dari US$8,4 juta. Jadi rugi bersih menjadi US$213,3 juta dari laba bersih sebesar US$9,3 juta.

Sementara total aset BUMN penerbangan ini sebesar US$3,76 miliar dari US$3,73 miliar. Untuk total liabilitas menjadi US$2,82 miliar dari US2,7 miliar.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Garuda Indonesia (Persero) Tbk, yaitu Pemerintah Negara Republik Indonesia (pengendali) (60,54%) dan Credit Suisse AG Singapore TC AR CL PT Trans Airways (25,62%).

Saham GIAA dibuka di Rp320 per saham pada Selasa pagi. Harga tertinggi saham GIAA dalam setahun terakhir di Rp394 per saham. Untuk harga terendah di Rp300 per saham pada penutupan 29 Desember 2017.

Komentar

 
Embed Widget

x