Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 05:27 WIB

Laba PT Astra Agro Lestari Stagnan

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 27 Februari 2018 | 14:07 WIB

Berita Terkait

Laba PT Astra Agro Lestari Stagnan
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat laba bersih cenderung stabil per 31 Desember 2017 menjadi Rp2,113 triliun dari periode yang sama 2016 Rp2,114 triliun.

Pendapatan anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini mengalami kenaikan menjadi Rp17,3 triiun dari Rp14,1 triliun. Untuk beban pokok pendapatan menjadi Rp13,16 triliun dari Rp10,4 triliun.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Selasa (27/2/2018). Jadi laba bruto tetap naik menjadi Rp4,1 triliun dari Rp3,6 triliun.

Sementara laba sebelum pajak menjadi Rp2,9 triiun dari Rp2,2 triliun. Untuk beban pajak penghasilan menjadi Rp824,8 miliar dari Rp94,4 miliar. Jadi laba bersih sebesar Rp2,113 triliun dari Rp2,114 triliun.

Untuk total aset perseroan per 31 Desember 2017 sebesar Rp24,9 triliun dari Rp24,2 triliun. Sementara total liabilitas menjadi Rp6,3 triliun dari Rp6,6 triliun.

AALI adalah emiten bidang perkebunan, perdagangan umum, perindustrian, pengangkutan, konsultan dan jasa. Kegiatan utama Astra Agro adalah bergerak dalam bidang usaha kelapa sawit.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Astra Agro Lestari Tbk adalah Astra International Tbk / ASII (induk usaha) (79,68%)

Astra Agro Lestari Tbk (AALI) didirikan dengan nama PT Suryaraya Cakrawala tanggal 3 Oktober 1988. Pada tanggal 30 Juni 1997, Perusahaan melakukan penggabungan usaha dengan PT Suryaraya Bahtera.

Perkebunan kelapa sawit AALI saat ini berlokasi di Kalimantan Selatan dan pabrik minyak goreng berlokasi di Sumatra Utara. Perkebunan dan pabrik pengolahan entitas anak berlokasi di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Saham AALI hari ini dibuka di Rp14.000 per saham. Dalam setahun terakhir harga tertinggi saham AALI di Rp15.600 per saham pada penutupan 27 Februari 2017. Sedangkan harga terendah di Rp12.650 per saham pada 6 Februari 2018.


Komentar

Embed Widget
x