Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 10:59 WIB

Setelah Girder Rontok, WSKT Baru Panggil Ahli

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 23 Februari 2018 | 04:30 WIB

Berita Terkait

Setelah Girder Rontok, WSKT Baru Panggil Ahli
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tiang girder Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang berada di dekat Gardu Tol Kebon Nanas, Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, ambruk. Namun, penyebab utama belum diketahui dengan pasti.

Nyoman Wirya Adnyana selaku Direktur Operasi PT Waskita Karya Tbk (Persero/WSKT), menyebutkan, untuk mengetahui penyebab utama, pihaknya akan melibatkan pakar. "Kami (akan) mereview kembali memanggil para expert untuk menyatakan sebenarnya apa yang terjadi sehingga dilakukan kajian. Dan itu ternyata itu butuh waktu tiga bulan untuk memastikan sebenarnya apa yang terjadi," kata Nyoman di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Dengan begitu, nyoman meminta para kontraktor dalam memasang girder harus menghitung kecepatan angin di lokasi. Sebab, faktor alam tidak bisa dianggap sepele. "Pada saat kita melaksanakan menggunakan crane, gerakannya harus seirama kiri dan kanan. Begitu tidak seirama ini sudah menimbukan satu masalah sendiri. Jadi harus smooth sekali," kata dia.

Terlebih, kata di, ada beberapa titik girder jalan layang ini adalah model non standar. Dimana girder non-standar ini panjangnya 50,8 meter, tingginya 2,3 meter dan lebar 75 cm. Secara desain memang cukup langsin sehingga faktor angin juga mesti menjadi pertimbangan.

"Beberapa insiden mengingatkan kepada kami bahwa harus hati-hati menjalankan SOP dan juga dari faktor-faktor yang mungkin selama ini kita lalai memperhitungkan," ujar dia.

Dia menerangkan girder itu harus menjadi pemangku penautan sehingga tidak gampang terjadi ekstremisitas. Kemudian yang kedua, ternyata memang titik angkatnya tidak bisa disamakan dengan yang standar.

Adapun proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya yang mengalami kecelakaan kerja adalah proyek Tol Becakayu. Proyek ini dikerjakan mulai 2014 dengan nilai kontrak Rp7,23 triliun dan memiliki panjang ruas 11 kilometer.

Selian itu, crane pada proyek pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II (elevated) jatuh pada 16 November 2017 dan tidak memakan korban jiwa.

Pada 29 Oktober 2017, girder proyek pembangunan jalan tol Paspor (Pasuruan Probolinggo) jatuh. Peristiwa ini menyebabkan satu pekerja tewas.

Pada 22 September 2017, jembatan proyek pembangunan jalan tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) jatuh. Korban luka 2 orang dan 1 orang pekerja tewas. Sebelumnya, pada 4 Agutus 2017, tiang penyangga light rail transit (LRT) Palembang jatuh. Insiden ini menewaskan 2 pekerja tewas. [ipe]


Komentar

x